LIGA 1 | Rusuh di Malang, Kapolda Jatim : Penonton Kecewa, 23 Tahun Tak Pernah Kalah dari Persibaya
VISI.NEWS | SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan kerusuhan di Malang diduga karena penonton kecewa selama 23 tahun tim kesayangannya tak pernah kalah dari Persebaya.
"Meningggal sebanyak 127 orang, dua diantaranya anggota polri dan 125 suporter," ujarnya, Minggu (2/10/2022) dini hari.
Dia menyatakan akibatnkerusuhan seusai pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam itu, masih ada 180 orang yang saat ini dalam proses perawatan. Irjen Nico mengatakan, dari kurang lebih empat ribu penonton yang hadir di stadion, tidak semuanya anarkis dan tidak semuanya kecewa. Hanya sebagian dari mereka yang turun ke lapangan.
"Jadi ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan kalau semua tertib aturan maka tidak akan terjadi seperti ini. Karena peristiwa ini ada sebab dan akibat," ujarnya.
"Sekali lagi kami berbela sungkawa dan akan melakukan langka-langka dengan steakholder terkait supaya ini tidak terjadi lagi," imbuh Irjen Nico.
Irjen Nico menceritakan, terkait pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Polri beserta penyelenggaraan serta instansi terkait sudah melaksanakan rapat beberapa kali.
"Sehingga pertandingan ini disepakati hanya dihadiri oleh supporter dari Arema saja. Sehingga tidak ada suporter dari Persebaya. Sedangkan untuk suporter Persebaya, hanya melakukan nonton bareng (nobar) di wilayah masing-masing," ucapnya.
Pertandingan pada Sabtu ini dimulai pada 20.00 WIB sampai 22.00 WIB. Dalam prosesnya dimenangkan Persebaya dengan skor 3-2. "Proses pertandingan tidak ada permasalahan hingga selesai," ujar Irjen Nico.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!