Libur Panjang dan HJKB Ke-214 Dongkrak Perekonomian Kota Bandung
VISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Perekonomian Kota Bandung diklaim mengalami pertumbuhan signifikan selama libur panjang dan rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-214. Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, mengungkapkan bahwa sektor perhotelan mencatat keuntungan yang mengesankan hanya dalam tiga hari, dari 13 hingga 16 September 2024.
"Tentu saja (perekonomian menggeliat). Contoh, selama 3 hari (13-15 September) hampir Rp 24 miliar hanya hotel saja," kata Bambang di Balai Kota Bandung, Minggu (15/9/2024).
Acara HJKB kali ini dimeriahkan dengan Pawai Kendaraan Hias yang diadakan pada Minggu pagi. Pawai dimulai dari kawasan Gedung Sate atau Jalan Diponegoro dan melintasi Jalan Ir H Djuanda, Jalan Merdeka, sebelum finis di kawasan Balai Kota Bandung. Sebanyak 91 kendaraan hias berpartisipasi, menampilkan berbagai tema termasuk bentuk Masjid Agung Bandung, Gedung Merdeka, hingga Masjid Al Jabbar. Kendaraan hias juga menggambarkan Gedung Isola, Pendorong Kota Bandung, dan Bandung Creative Hub (BCH).
Kendaraan-kendaraan hias ini berasal dari berbagai pihak termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Bandung, BUMN, BUMD, kecamatan, serta perwakilan dari Pemkot Cimahi, Provinsi DKI Jakarta, dan Kabupaten Indramayu.
"Hari ini kita laksanakan kegiatan Pawai Kendaraan Hias. Dari sekian banyak kegiatan, kita gelar karnaval, pesertanya tak hanya dari pemerintah kota tapi ada juga dari luar. Kita perhatian begitu antusias, juga warga yang melihat," ungkap Bambang Tirtoyuliono.
Meskipun acara ini menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan, Bambang meminta maaf kepada warga Bandung. "Saya ucapkan mohon maaf karena di beberapa ruas jalan terjadi kemacetan, terbayarkan dengan rasa syukur yang sangat meriah, ada harapan besar ini jadi momentum yang dijadikan daya tarik wisata, tapi bukan hanya tingkat kota tapi nasional," jelasnya.
Bambang berharap kegiatan ini bisa lebih baik di tahun-tahun mendatang. "Tahun ini ada 91 kendaraan, tahun depan bisa lebih banyak, bisa lebih ideal dan sempurna termasuk bagaimana rekayasa lalu lintasnya," tambahnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!