Libur Panjang Akhir Pekan, Jangan Lewatkan Ada Pesta dari 50 Kuliner Legendaris Nusantara di GBK
Tapi, sebelumnya, bagi kamu yang akan datang berkunjung ke FIFGROUP 34th Localicious untuk berburu makanan, yuk simak ulasan 5 kuliner dari 50 kuliner legendaris yang akan hadir di sana!
Sate Kambing Pak H Bejo
Sate Kambing ini terkenal sebagai salah satu kuliner legendaris di Solo, Jawa Tengah yang telah lama menjadi langganan para presiden sejak era Presiden Soeharto pada tahun 1971. Konon, rasa bumbu yang meresap di dalam satenya itu adalah melalui proses pencelupan daging ke adonan bumbu yang dilakukan berkali-kali. Yaitu, saat digiling, sebelum dijadikan sate, dan saat dipanggang. Dagingnya yang lembut juga bikin penikmat kuliner ketagihan. Anak-anak hingga orang tua bisa merasakan nikmatnya sate buntel tersebut.
Tongseng dan tengklengnya juga wajib dicicipi. Potongan daging tongseng tidak terlalu besar dan sangat lembut saat dikonsumsi. Kuahnya kaya rempah. Ada sensasi pedas yang muncul setelah kuah ditelan. Bagi penyuka makanan asin, tengkleng wajib dicoba. Rempah yang digunakan menciptakan rasa asin gurih yang kuat.
Bebek Sinjay Bangkalan Tidak heran memang kalau kuliner yang satu ini paling populer di Bangkalan bahkan sampai di telinga masyarakat luar Bangkalan. Satu porsi nasi bebek, berisi nasi putih pulen yang hangat dengan porsi yang cukup banyak, bebek goreng dengan taburan bumbu kering yang krik di mulut, irisan mentimun, daun kemangi dan yang paling favorit sambal pencit buah mangga khas Sinjay yang rasanya tiada duanya. Bumbunya benar-benar meresap di setiap serat daging bebeknya, bahkan kamu bisa merasakan kelezatan bumbunya hingga ke bagian tulang bebek.
Bebek Sinjay Bangkalan, telah berhasil menjadi pelopor olahan bebek goreng di Indonesia. Kini, cita rasa kelezatan ini bisa kamu nikmati di FIFGROUP 34th Localicious!.
Gudeg Sagan Jogja
Sebelum membuka restonya di daerah Caturtunggal, Sleman, Depok, Yogyakarta atau dekat dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), Gudeg Sagan berawal dari warung makan kaki lima sejak September 2003. Karena cita rasa khasnya dan tanpa MSG, warung gudeg ini berkembang menjadi resto seperti sekarang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!