Legislator ini Maklumi Bogor Dikeluarkan dari Aglomerasi, Karena Wilayahnya Luas Setara Sumbar atau Bali
VISI.NEWS | BANDUNG - Kabar Kabupaten Bogor dikeluarkan dari wilayah aglomerasi Jabodetabek akibat rendahnya capaian vaksinasi Covid - 19, dimaklumi Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Haji Kusnadi. Pasalnya, wilayah yang luas serta jumlah penduduk yang banyak.
Menurut salah seorang legislator asal Dapil Kabupaten Bogor tersebut, luas wilayah diatas rata - rata serta jumlah penduduk yang banyak setara dengan satu Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) atau Bali, sehingga realisasi vaksinasi menjadi terhambat karena jangkauan.
"Kabupaten Bogor itu dianggap setara dengan Provinsi Sumatera Barat atau Bali. Bedanya di sana dipimpin belasan bupati, sementara di Kabupaten Bogor hanya diurus satu bupati saja, jadi ya maklum," katanya.
Guna percepatan realisasi dosis, Anggota Komisi IV DPRD Jabar ini meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, untuk membantu percepatan vaksinasi Covid - 19 di Kabupaten Bogor agar pencapaian realisasi dosis bisa mencapai lebih dari 50 persen.
"Informasi yang saya terima, vaksinasi di Kabupaten Bogor, baru menyentuh 35 persen dari sasaran 4,2 juta orang. Yang kemudian berimbas pada dikeluarkannya Kabupaten Bogor dari aglomerasi Jabodetabek dan saat ini masih memperpanjang PPKM level 3," ungkap Kusnadi.
Jika mengacu pada persentase Kabupaten Bogor belum mencapai 50% yang menjadi salah satu syarat penurunan level PPKM, lanjut Kusnadi, pencapaian 35 persen itu artinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah merealisasikan dosis sebanyak 2.991.135 dari target 8.451.580 dosis.
"Kalau di hitung secara adil walaupun capaian vaksinasi Covid-19 Kabupaten Bogor rendah, tapi sudah lebih dari 2 juta orang yang divaksinasi. Bahkan sudah di atas daerah lain di Jabodetabek," pungkasnya.@eko
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!