Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Lebih dari Satu Dekade Hilang, Malaysia Kembali Cari Puing MH370

Desi Rossilawati
Kamis, 20 Maret 2025 | 21:45 WIB
Bagikan
Lebih dari Satu Dekade Hilang, Malaysia Kembali Cari Puing MH370
VISI.NEWS | MALAYSIA - Setelah lebih dari sepuluh tahun, pemerintah Malaysia kembali mengupayakan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370, yang menghilang pada 8 Maret 2014 saat terbang dari Kuala Lumpur ke Beijing dengan 239 penumpang. Kabinet Malaysia telah menyetujui pencarian baru di Samudra Hindia bagian selatan, mencakup area 15.000 km², melalui kerja sama dengan perusahaan eksplorasi Ocean Infinity. Kesepakatan ini menggunakan skema 'no find, no fee', di mana Ocean Infinity tidak akan dibayar jika pencarian gagal. Namun, jika puing pesawat ditemukan, mereka akan menerima 70 juta dolar AS (Rp 1,1 triliun). Menteri Transportasi Malaysia, Loke Siew Fook, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberikan kepastian bagi keluarga korban. Sebelumnya, pencarian pesawat ini telah dilakukan secara besar-besaran dan menelan biaya 150 juta dolar AS (Rp 2,4 triliun) hingga dihentikan pada 2017 karena tidak ada bukti kredibel baru. Upaya serupa yang dilakukan Ocean Infinity pada 2018 juga tidak membuahkan hasil. Namun, setelah diskusi panjang, pemerintah Malaysia akhirnya memberikan izin untuk memulai kembali pencarian pada Maret 2025. Pesawat ini diduga jatuh di Samudra Hindia bagian selatan, tetapi penyebab pastinya masih menjadi misteri. Beberapa puing yang diduga milik MH370 sempat ditemukan di pantai-pantai sekitar Samudra Hindia, namun tidak cukup untuk menjelaskan kejadian sebenarnya. Penyelidikan 2018 menyebut kemungkinan adanya manipulasi sistem kendali pesawat, tetapi siapa yang bertanggung jawab dan alasan di baliknya masih belum terungkap. Keluarga korban, terutama dari China, terus menuntut transparansi dan komunikasi lebih baik dari pemerintah Malaysia. Mereka berharap pencarian ini bisa membawa jawaban pasti atas hilangnya MH370. Bagi mereka, harapan dan kesedihan berjalan berdampingan dalam menanti kepastian tentang orang-orang yang mereka cintai. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.