Lebih Baik Makan Buah Utuh daripada Jus? Simak Faktanya
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 21 April 2025 | 02:12 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Buah dikenal sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat alami yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Tak heran jika buah sering dijadikan bagian penting dalam menu diet, pemulihan kesehatan, hingga perawatan kulit. Namun, bagaimana jika buah diproses menjadi jus? Apakah manfaatnya tetap sama?
Menurut sumber dari News Medical dan Cleveland Clinic, jus buah ternyata memiliki sejumlah kelemahan dibandingkan buah utuh. Berikut poin-poin penting yang perlu diketahui:
1. Jus Kehilangan Serat Penting
Proses pembuatan jus umumnya memisahkan ampas atau bulir buah yang justru mengandung serat tinggi. Padahal serat berperan penting dalam memperlambat penyerapan gula di dalam tubuh. Tanpa serat, gula dari buah akan lebih cepat masuk ke aliran darah, berisiko menaikkan kadar gula secara signifikan.2. Cepat Diserap, Gula Cepat Naik
Karena berbentuk cair, jus diserap lebih cepat oleh sistem pencernaan. Ini menyebabkan kadar glukosa dan insulin melonjak lebih cepat dibandingkan saat mengonsumsi buah utuh.3. Indeks Glikemik Jus Lebih Tinggi
Penelitian menunjukkan bahwa jus memiliki indeks glikemik lebih tinggi dibanding buah segar. Misalnya, jus jeruk bisa menyumbang 13,4 gram glukosa, sementara buah jeruk utuh hanya sekitar 6,2 gram. Artinya, risiko lonjakan gula darah dari jus jauh lebih besar.4. Jus Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes
Sebuah studi jangka panjang yang dimulai sejak 1999 di Massachusetts menemukan bahwa konsumsi rutin jus buah dan minuman manis pada masa anak-anak dan remaja berkaitan dengan peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2, khususnya pada anak laki-laki. Kendati jus buah terasa menyegarkan dan praktis, mengonsumsinya secara berlebihan bisa berdampak negatif pada kesehatan, terutama terkait kadar gula darah. Para ahli menyarankan untuk lebih mengutamakan buah utuh dalam konsumsi harian karena kandungan serat dan nutrisinya yang lebih utuh. Sesekali minum jus boleh saja, tapi jangan sampai jadi kebiasaan utama, apalagi jika tujuannya untuk hidup sehat atau menurunkan berat badan. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!