IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Laporan IAS Industry Pulse, Ini Persoalan Terbesar Iklan di Platform Media Sosial di Tahun 2023

ED
Sabtu, 17 Desember 2022 | 04:57 WIB
Bagikan
Laporan IAS Industry Pulse, Ini Persoalan Terbesar Iklan di Platform Media Sosial di Tahun 2023
  • Sebagian besar responden masih berencana untuk beriklan melalui media sosial, yang menyoroti pentingnya langkah-langkah proteksi merek dengan saksama.

VISI.NEWS | NEW YORK - Integral Ad Science, sebuah perusahaan global terdepan di bidang kualitas media digital, hari ini merilis Laporan IAS Industry Pulse miliknya yang menemukan hal yang disebut para pakar media sebagai penurunan kepercayaan konsumen sebagai persoalan teratas dengan iklan pada platform media sosial. Kendati demikian, jangkauan yang menarik dan pelibatan media sosial berarti sebagian besar pakar media masih berencana untuk beriklan pada platform yang sama tahun depan.

"Penelitian IAS menemukan 77% para pakar media setuju bahwa terkikisnya kepercayaan konsumen di platform media sosial besar dapat berdampak negatif terhadap pengeluaran media mereka," ujar Khurrum Malik, Direktur Pemasaran di IAS, dalam rilisnya Jumat (16/12/2022). "Pada saat yang sama, para pemasar tidak dapat berpaling dari daya tarik jangkauan dan pelibatan yang dapat diberikan oleh media sosial. Hubungan cinta / cemas ini menyoroti kebutuhan peningkatan transparansi bagi para pengiklan media sosial".

Tantangan bagi platform sosial

Meski lebih dari sembilan per sepuluh responden (91%) berencana untuk beriklan pada platform sosial pada tahun 2023, studi ini menunjukkan penurunan minat monetisasi di seluruh platform, kecuali untuk sedikit peningkatan bagi WhatsApp (2% dari tahun ke tahun).

Dua pertiga setuju bahwa transparansi yang kurang memadai akan berdampak negatif terhadap pengeluaran media mereka. Iklan video game dan audio digital akan terus mendisrupsi lanskap media digital pada tahun 2023

Selain prioritas untuk tahun 2023, sebagian besar pakar media (70%) setuju bahwa para pendengar audio akan terus bermigrasi ke format digital.

Para pakar industri mengantisipasi risiko terhadap kualitas media – mayoritas (66%) responden khawatir akan penipuan iklan dan risiko merek dalam audio digital (55%).

Para penerbit optimistis perihal iklan video game, dengan lebih dari sepertiga (34%) mengakui potensi peluang di tahun depan. Hampir satu dari lima (19%) pakar media berencana untuk memprioritaskan iklan di lingkungan video game tahun depan.

Tambahan kesimpulan utama meliputi:

Meningkatnya permintaan untuk CTV: Hampir setengah dari para pakar media (44%) setuju bahwa CTV dan video digital memegang potensi paling besar untuk inovasi pada tahun mendatang.

Penargetan kontekstual sebagai solusi untuk persoalan privasi: Hampir 6 dari 10 responden (58%) akan memprioritaskan penargetan kontekstual untuk memerangi masalah privasi konsumen dan terhentinya penggunaan cookie sekaligus tetap menargetkan khalayak yang diinginkan sesuai skala.

Prioritas seluler terus berlanjut: Seluler tetap menjadi prioritas utama bagi hampir setengah dari para pakar media (47%), yang dapat dipahami mengingat konsumen akan terus menghabiskan lebih dari 4,5 jam setiap harinya pada perangkat seluler mereka.

Laporan IAS Industry Pulse menyediakan tren utama dan teknologi baru yang diharapkan untuk membentuk industri periklanan tahun depan. Melalui kemitraan dengan YouGov, IAS menyurvei lebih dari 350 pakar media digital termasuk para tenaga profesional iklan digital yang mewakili merek, lembaga, dan penerbit, serta vendor teknologi.

Integral Ad Science

Integral Ad Science (IAS) merupakan perusahaan global di bidang kualitas media digital. IAS menjadikan setiap kesan diperhitungkan, yang memastikan bahwa iklan dapat dilihat oleh orang yang sebenarnya, di lingkungan yang aman dan sesuai, mengaktifkan penargetan kontekstual, serta mendorong pengoptimalan jalur pasokan. Misi kami adalah menjadi tolok ukur global dalam hal kepercayaan dan transparansi di bidang kualitas media digital untuk merek, penerbit, serta platform terkemuka di dunia. Kami melakukannya melalui teknologi berbasis data dengan sinyal dan wawasan aktual yang dapat ditindaklanjuti. Didirikan pada tahun 2009, IAS bekerja bersama ribuan pengiklan dan penerbit premium terbaik di seluruh dunia.@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.