Lama Mangkrak, Dadang Supriatna Akhirnya Bangun Pasar Sehat Majalaya
"Dengan adanya pembangunan pasar ini, para pedagang akan terkoordinasi dan lebih tertib," ujarnya.
Marlan menyebutkan bahwa pasar Majalaya yang saat ini berada di pusat Kota Majalaya, dirasakan tahun ke tahun kurang nyaman bagi masyarakat. Untuk itu, kata dia, Bupati Bandung memindahkan Pasar Majalaya itu ke tempat yang lebih nyaman, aman, termasuk Terminal Majalaya akan dipindahkan juga.
"Pembangunan pasar ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembangunan Pasar Sehat Majalaya, meningkatkan daya tarik pasar rakyat, selain meningkatkan ekonomi pedagang pasar," tuturnya.
Marlan juga berharap dengan dibangunnya pasar sehat ini ada kegiatan lainnya yang dapat mendukung perekonomian masyarakat.
Marlan mengungkapkan pembangunan pasar ini melalui kajian dan lelang, dan pihak investor mengelolanya selama 20 tahun. "Sesuai aturan apakah diperpanjang atau tidak, setelah itu pasar ini diserahkan ke Pemkab Bandung," ujarnya.
Ia menyebutkan nilai investasi dalam pembangunan Pasar Sehat Majalaya senilai Rp 180 miliar dengan luas lahan 4,9 hektare. "Pasar ini dibangun dua lantai dan bisa menampung 1.986 pedagang," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengaku bersyukur bisa terlaksana ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Pasar Sehat Majalaya.
"Pembangunan Pasar Sehat Majalaya ini kerjasama antara Pemkab Bandung dengan PT. Tri Putra Gemilang setelah sebelumnya melaksanakan lelang investasi. Semua pembiayaan berasal dari investor dan tidak menggunakan APBD dalam pembangunannya. Semuanya riil investasi dari investor sebesar Rp 180 miliar," ujar Dicky.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!