Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Laba Bank Mandiri Melonjak Ditopang Ekspansi Kredit Produktif

ED
Selasa, 26 Mei 2026 | 15:49 WIB
Bagikan
Laba Bank Mandiri Melonjak Ditopang Ekspansi Kredit Produktif

PT Bank Mandiri Persero Tbk./visi.news/ist.

VISI.NEWS | BANDUNG - PT Bank Mandiri Persero Tbk mencatat pertumbuhan kinerja yang kuat pada awal 2026 dengan laba bersih bank only mencapai Rp18,1 triliun hingga April 2026. Angka tersebut tumbuh 18,9 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan memperlihatkan konsistensi perseroan dalam menjaga ekspansi bisnis di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.

Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis perbankan semata, tetapi juga memperlihatkan arah strategi Bank Mandiri yang semakin fokus memperkuat ekosistem ekonomi nasional. Perseroan menempatkan pembiayaan sektor produktif, pemberdayaan UMKM, serta penguatan layanan digital sebagai motor utama pertumbuhan.

Direktur Finance dan Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari strategi penguatan ekosistem bisnis yang dilakukan secara terintegrasi di berbagai segmen layanan perseroan.

“Bank Mandiri terus memperluas akses layanan finansial yang nyaman dan menyeluruh bagi masyarakat, sekaligus menjaga keunggulan berkelanjutan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Novita dalam keterangannya dikutip, Selasa (26/5/2026).

Selain mencatat pertumbuhan laba, Bank Mandiri juga membukukan kenaikan total aset yang cukup signifikan. Hingga April 2026, total aset bank only mencapai Rp2.245 triliun atau tumbuh 16,2 persen dibandingkan posisi April 2025 sebesar Rp1.933 triliun.

Kenaikan aset tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan penyaluran kredit yang mencapai Rp1.550 triliun atau naik 18,5 persen secara tahunan. Menurut perseroan, penyaluran kredit difokuskan pada sektor sektor produktif yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Pembiayaan tidak hanya diarahkan kepada korporasi besar, tetapi juga diperluas kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Langkah ini menunjukkan bahwa strategi pertumbuhan Bank Mandiri tidak hanya mengejar ekspansi bisnis, tetapi juga menjaga keterhubungan dengan agenda pembangunan ekonomi pemerintah.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan produktif, pertumbuhan dana pihak ketiga juga menjadi faktor penting yang menopang ekspansi bisnis perseroan. Hingga April 2026, dana pihak ketiga tumbuh 16,6 persen menjadi Rp1.650 triliun.

Bank Mandiri menilai pertumbuhan tersebut dipengaruhi aktivitas ekonomi nasional yang tetap terjaga serta semakin luasnya penggunaan layanan digital perseroan. Platform Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri disebut menjadi penggerak utama aktivitas transaksi dan pengelolaan keuangan nasabah dari berbagai segmen.

“Sinergi yang terintegrasi secara digital tersebut memungkinkan nasabah bertransaksi secara cepat, mudah, dan menyeluruh dalam satu ekosistem layanan keuangan,” kata Novita.

Penguatan layanan digital menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang perseroan. Di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan keuangan berbasis teknologi, Bank Mandiri berupaya membangun sistem layanan yang tidak hanya cepat dan praktis, tetapi juga mampu menjangkau lebih banyak sektor ekonomi.

Pada saat yang sama, perseroan juga menegaskan pentingnya disiplin pengelolaan risiko sebagai fondasi utama menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Bank Mandiri menyebut diversifikasi sumber pendapatan dan penerapan prinsip kehati hatian tetap menjadi fokus utama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

“Diversifikasi sumber pendapatan dan disiplin pengelolaan risiko terus kami jaga untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah situasi yang menantang,” kata dia.

Secara konteks, capaian Bank Mandiri memperlihatkan bagaimana sektor perbankan nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang cukup kuat. Di tengah tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi internasional dan tekanan geopolitik, pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan masih terjaga.

Lebih jauh, strategi Bank Mandiri juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dan sektor strategis nasional. Perseroan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah melalui pembiayaan dan penguatan ekosistem usaha.

Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain kredit usaha rakyat, program makan bergizi gratis, penguatan pembiayaan UMKM, dukungan terhadap sektor strategis dan hilirisasi, hingga pemberdayaan koperasi dan Badan Usaha Milik Desa.

Bank Mandiri menilai sinergi tersebut merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam menggerakkan ekonomi nasional dari hulu hingga hilir. Melalui pembiayaan yang lebih luas dan terintegrasi, perseroan berharap dapat membantu memperluas lapangan kerja sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional secara berkelanjutan.

“Bank Mandiri akan terus menghadirkan layanan finansial yang nyaman, andal, dan menyeluruh, serta memperkuat ekosistem yang mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Novita.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.