Kronologi Siswi SD Meninggal Setelah Tenggelam di ISTC Water Park Sukabumi
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 18 Desember 2024 | 10:00 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) berinisial HA, yang baru berusia 12 tahun, meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang ISTC Water Park Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa (17/12/2024).
Kasubsi Pengelola Informasi dan Dokumentasi Multimedia (PIDM) Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, menjelaskan bahwa kejadian tragis tersebut berawal ketika HA dan teman-temannya berniat untuk melakukan praktik renang.
Kejadian bermula ketika HA dan teman-temannya melompat ke kolam renang yang memiliki kedalaman 2 meter tanpa menunggu instruksi atau arahan dari guru mereka.
"Para siswa atau siswi langsung berenang ke kolam tanpa arahan dari para guru," ungkap Ipda Ade Ruli dalam rilis yang diterima oleh Kompas.com pada Rabu (18/12/2024). Keputusan untuk terjun ke kolam sebelum mendapatkan arahan dari guru ternyata berujung pada kejadian yang sangat menyedihkan.
Setelah beberapa menit berenang, salah satu siswa melaporkan kepada guru bahwa HA sudah tenggelam. Menyusul laporan tersebut, guru dan pihak kolam renang segera bergegas menyelamatkan korban dan membawanya ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, situasi semakin mendesak dan menyedihkan ketika pelayanan medis di klinik tidak mampu menangani kondisi HA.
Setelah ditangani di klinik, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Beta Medika Cisaat Cibaraja untuk perawatan lebih lanjut. Sayangnya, saat tiba di rumah sakit, HA dinyatakan sudah tidak dapat tertolong. Ipda Ade Ruli menjelaskan bahwa korban dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Beta Medika sekitar pukul 11.30 WIB. Kejadian ini tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-teman korban.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan yang ketat dalam kegiatan pendidikan luar ruangan, terutama yang melibatkan aktivitas berisiko seperti renang. Pihak sekolah diharapkan dapat menerapkan prosedur yang lebih baik, termasuk memberikan arahan yang jelas sebelum kegiatan dimulai untuk memastikan keselamatan siswa-siswi mereka.
Komunitas sekolah dan orang tua juga diharapkan untuk lebih peka terhadap keselamatan anak-anak mereka saat berpartisipasi dalam kegiatan yang melibatkan risiko. @berlin
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!