Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Krisis Ekonomi Mesir: Kelas Menengah Tergerus, Barang Pokok Jadi Mewah

Desi Rossilawati
Selasa, 19 November 2024 | 23:35 WIB
Bagikan
Krisis Ekonomi Mesir: Kelas Menengah Tergerus, Barang Pokok Jadi Mewah
VISI.NEWS | MESIR - Ekonomi Mesir terus dilanda krisis yang dalam, berdampak besar pada kelas menengah yang kini kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak orang yang dulunya hidup dengan cukup baik, kini terpaksa mengurangi konsumsi barang-barang yang dulu dianggap sebagai kebutuhan pokok. Krisis ini semakin diperburuk dengan pelaksanaan reformasi ekonomi yang didukung oleh Dana Moneter Internasional (IMF), termasuk liberalisasi pasar valuta asing dan pengurangan subsidi. Langkah-langkah tersebut telah mengikis daya beli masyarakat, membuat barang-barang yang sebelumnya terjangkau, kini menjadi barang mewah. Nourhan Khaled, seorang karyawan swasta berusia 27 tahun, mengungkapkan bahwa semua penghasilannya kini hanya cukup untuk transportasi dan makanan. Ia bahkan harus mengurangi pengeluaran untuk barang-barang seperti parfum dan cokelat. Sementara itu, Zeinab Gamal, seorang ibu rumah tangga, terpaksa mengurangi konsumsi susu dan permen untuk menghemat pengeluaran. Kondisi yang lebih parah dialami oleh Manar, seorang ibu berusia 38 tahun yang memiliki dua anak. Gaya hidupnya telah berubah drastis sejak krisis ekonomi ini. Untuk menambah penghasilan, Manar kini bekerja paruh waktu sebagai guru dan mengurangi anggaran untuk kebutuhan pangan, termasuk daging yang hanya bisa dibeli dua kali seminggu. Krisis ekonomi Mesir juga dipengaruhi oleh lonjakan utang luar negeri yang meningkat empat kali lipat sejak 2015, mencapai US$160,6 miliar pada kuartal pertama 2024. Sebagian besar utang ini digunakan untuk membiayai proyek-proyek besar, seperti pembangunan ibu kota baru di dekat Kairo. Selain itu, perang di Gaza telah mempengaruhi pendapatan negara, karena serangan terhadap pengiriman barang di Laut Merah menyebabkan pendapatan dari Terusan Suez turun drastis. Di tengah kesulitan ekonomi, pemerintah Mesir baru saja menaikkan harga bahan bakar sebesar 17,5% sebagai bagian dari program pinjaman IMF senilai US$8 miliar. Reformasi yang dipicu oleh program ini telah menyebabkan kenaikan harga di semua sektor, termasuk obat-obatan, layanan, dan transportasi, yang semakin memperburuk kondisi kehidupan masyarakat. Mesir kini menghadapi tingkat kemiskinan yang mencapai 29,7% pada 2020, meskipun ada sedikit penurunan dari angka sebelumnya. Masyarakat pun kini harus berpikir dua kali sebelum membeli kebutuhan dasar mereka, yang dulu tidak dianggap masalah. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.