KPU Kabupaten Sukabumi Gelar Debat Publik Terakhir Paslon Bupati-Wakil Bupati
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 23 November 2024 | 08:51 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - KPU Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan debat publik terakhir pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Jumat (22/11/2024). Debat ini mempertemukan paslon nomor urut 01 Iyos Somantri- Zainul dengan paslon nomor urut 02 Asep Japar-Andreas.
Yang berbeda pada debat kali ini yaitu pelaksanaannya bukan di Kabupaten Sukabumi melainkan di Kabupaten Bandung, tepatnya di Hotel Sutan Raja, Soreang.
Adapun tema debat kali ini 'Sinergitas Pembangunan Daerah, Provinsi dan Nasional untuk Mewujudkan Pemerintahan Kabupaten Sukabumi yang Berwawasan Kebangsaan'.
Finalis dalam debat tersebut antara lain Mulyawan Safwandy Nugraha, dosen pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Eko Budi Santoso, dosen prodi PEPM Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan Ketua IAP Jabar.
Kemudian Hasbi Nassarudin, ketua jurusan ilmu hukum fakultas syariah dan hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Teddy Lesmana, dekan fakultas hukum, bisnis dan pendidikan Nusa Putra University Sukabumi, Muhidin Arifani, kolomnis instruktur pemberdayaan kepemudaan, Dedi Sukarno, dosen program studi administrasi publik fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Padjadjaran.
Moderator Yasmin Athania serta Agung Karsena menyebut terdapat 8 subtema dalam debat tersebut, terdiri dari pertama pekerjaan umum dan penataan ruang, kedua perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketiga ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, keempat pangan, kelima pertanahan, keenam lingkungan hidup, ketujuh kepemudaan dan olahraga serta kedelapan kelautan dan perikanan.
Debat dimulai pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB.
Seusai debat, calon bupati 01 Iyos Somantri menuturkan dalam momen tersebut disampaikan berbagai hal seperti memfasilitasi penyerapan tenaga kerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi didominasi oleh warga Kabupaten Sukabumi serta tidak ada pungli ketenagakerjaan, kemudian mendorong agar tenaga honorer diangkat jadi ASN hingga sektor pertanian.
"Harapan dari debat terakhir ini masyarakat dapat melihat, mendengar dan menilai untuk menentukan pilihan. Semua program serta visi misi sudah tersampaikan tunas lugas. Semoga masyarakat memahaminya," katanya.
Sementara itu, calon bupati 02 Asep Japar menuturkan materi yang disampaikan dalam debat tersebut berkaitan dengan kepentingan masyarakat, seperti tenaga honorer di Kabupaten Sukabumi yang perlu diperhatikan, termasuk ketenagakerjaan lalu kesejahteraan nelayan, para petani hingga guru ngaji.
Kemudian paslon 02 juga menaruh perhatian terhadap pengembangan bakat, kemampuan serta fasilitas untuk menyerap aspirasi kalangan muda.
"Kami berharap debat yang dilaksanakan bisa memberikan pemahaman terhadap warga Sukabumi dan program-program kami tersampaikan," katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Kasmin Belle bersyukur pelaksanaan debat publik kedua terakhir itu berjalan lancar. Menurut dia, seluruh pasangan calon dapat mengikuti jalannya debat dan menjelaskan visi-misi serta program kerjanya.
Lebih lanjut Belle menjelaskan bahwa KPU sebenarnya menginginkan kalau debat terakhir dilaksanakan di Sukabumi wilayah selatan. Adapun pilihan tempat di wilayah selatan itu yakni gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, Hotel SBH Palabuhanratu, Hotel Laksa Ciletuh serta GOR Surade.
Berhubung adanya surat rekomendasi dari kepolisian terkait keamanan maka debat dilaksanakan di Soreang, Bandung. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!