Korban Tewas Kecelakaan Pantura Indramayu Bertambah Jadi 13 Orang
Kondisi mobil pikap dan truk tronton pasaca kejadian kecelakaan di Jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu Minggu (12/7/2026)./visi.news/Polres Indramayu.
VISI.NEWS - Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan antara mobil pikap dan truk tronton di Jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, bertambah menjadi 13 orang. Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu (12/7/2026).
Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, membenarkan jumlah korban meninggal dunia tersebut. Ia menjelaskan korban meninggal tersebar di lokasi kejadian maupun di rumah sakit.
"Semuanya 13. Yang 3 orang meninggal di TKP, 4 di RS Plumbon, 6 di RS Bhayangkara," ungkap Syarif dalam keterangannya dikutip, Senin (13/7/2026).
Berdasarkan data kepolisian, delapan korban meninggal merupakan warga Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, yakni Idah, Karsini, Sanera, Yunah, Ayu, Shinta, Al, dan Warsidi yang merupakan pengemudi mobil pikap.
Ketua RT 13 Blok Cemeti, Rawid, membenarkan bahwa sebagian besar korban merupakan warganya.
"Betul, delapan orang itu warga kami," katanya.
Selain warga Desa Cempeh, tiga korban lainnya teridentifikasi sebagai warga Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Seluruh rombongan diketahui baru pulang setelah mengantar pengantin di Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula saat mobil pikap bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warsidi hendak melakukan putar balik di kawasan Kiajaran Kulon. Pada saat bersamaan, dari arah yang sama melaju truk tronton bernomor polisi B 9260 TEV yang dikemudikan Deden Ibad hingga terjadi tabrakan.
Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah penumpang mobil pikap terpental ke badan jalan. Tiga korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara korban lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang dan Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah korban yang mengalami luka berat kemudian meninggal dunia saat dalam perjalanan maupun ketika menjalani perawatan. Hingga kini, beberapa korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Rawid mengatakan rombongan tersebut sedang dalam perjalanan pulang usai menghadiri acara pernikahan.
"Informasinya mereka habis mengantar pengantin di Desa Parean Kandanghaur. Informasi terbaru supirnya juga meninggal dunia," kata Rawid.
Sementara itu, sopir truk tronton, Deden Ibad, mengakui kendaraannya menabrak mobil pikap. Menurutnya, kendaraan di depannya berhenti secara mendadak saat hendak berbelok.
"Saya tidak tega melihat kondisi korban yang berjatuhan di jalan. Kondisi mobil di depan saya itu mendadak berhenti saat akan manuver belok ke arah kanan," ujar Deden Ibad.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!