Kondisi Kemanusiaan Gaza Memburuk, Negosiasi Gencatan Senjata Masih Buntu
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 15 April 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | GAZA - Israel mengajukan tawaran gencatan senjata selama 45 hari kepada Hamas, dengan syarat setengah dari sandera yang masih ditahan di Gaza dibebaskan. Namun, dalam syaratnya, Israel juga meminta agar Hamas dan faksi bersenjata lainnya di Gaza melucuti senjata mereka, syarat yang langsung ditolak oleh pihak Hamas.
"Usulan tersebut mencakup pelucutan senjata Hamas dan semua faksi bersenjata Palestina di Jalur Gaza sebagai syarat untuk mengakhiri perang secara permanen," kata pejabat itu.
Seorang pejabat Hamas menyebut permintaan tersebut sebagai ‘garis merah’ yang tidak bisa dinegosiasikan.
"Posisi Hamas dan faksi-faksi perlawanan adalah senjata perlawanan adalah garis merah dan tidak dapat dinegosiasikan," tegasnya.
Tawaran dari Israel, yang disampaikan melalui mediator Mesir dan Qatar, juga mencakup masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza jika perjanjian awal disepakati. Hamas menyatakan sedang meninjau tawaran itu, namun dengan keberatan kuat terhadap syarat pelucutan senjata.
Sementara itu, kondisi kemanusiaan di Gaza makin memburuk. PBB menyatakan krisis kali ini adalah yang terparah dalam 18 bulan terakhir. Rumah sakit kekurangan obat, air bersih, dan bahan bakar, sementara bantuan belum juga masuk secara signifikan.
Pejabat senior Hamas, Taher al-Nunu, mengatakan mereka siap membebaskan seluruh sandera, tetapi hanya jika Israel bersedia benar-benar menghentikan perang. Ia juga menuding Israel tidak konsisten dalam menjalankan kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
"Masalahnya bukan jumlah tawanan, melainkan pendudukan (Israel) mengingkari komitmennya, menghalangi pelaksanaan perjanjian gencatan senjata dan melanjutkan perang," ujarnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!