Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

“Kita Dibohongi Lagi!” Demo ‘No Kings’ Meledak, Trump Dihujani Kritik soal Perang Iran

ED
Senin, 30 Maret 2026 | 05:02 WIB
Bagikan
“Kita Dibohongi Lagi!” Demo ‘No Kings’ Meledak, Trump Dihujani Kritik soal Perang Iran
VISI.NEWS | WASHINGTON - Gelombang protes bertajuk "No Kings" protests mengguncang berbagai kota di Amerika Serikat. Aksi ini dipenuhi seruan keras dari aktivis hingga politisi yang mendesak publik menolak kebijakan militer Presiden Donald Trump di luar negeri, khususnya terkait perang di Iran. Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran disebut telah mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah sekaligus memicu dampak luas terhadap ekonomi global. Ketegangan geopolitik ini juga menjadi isu panas dalam dinamika politik domestik AS. Sorotan utama datang dari Senator Bernie Sanders yang tampil dalam aksi besar di St. Paul, Minnesota. Dalam pidatonya, Sanders melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan perang yang dinilai mengulang pola lama manipulasi informasi kepada publik. “Mari kita jujur. Rakyat Amerika telah dibohongi tentang Perang Vietnam, kita dibohongi tentang Perang Irak, dan kita dibohongi hari ini tentang perang di Iran,” tegas Sanders di hadapan massa. Tokoh progresif dari Partai Demokrat itu juga berjanji akan melawan rencana Trump yang mengajukan tambahan anggaran militer sebesar USD200 miliar untuk mendukung operasi perang tersebut. Ia menilai kebijakan itu tidak hanya membebani rakyat, tetapi juga berisiko memperpanjang konflik global. Sanders mengingatkan bahwa Trump sebelumnya berkampanye dengan janji menghentikan “perang abadi”. Namun, realitas saat ini dinilai bertolak belakang dengan komitmen tersebut. “Perang ini merupakan pelanggaran hukum internasional. Satu negara berdaulat tidak bisa begitu saja menyerang negara lain dengan alasan sepihak,” ujarnya. Aksi “No Kings” sendiri menjadi simbol perlawanan terhadap apa yang dianggap sebagai kecenderungan otoritarian dalam kepemimpinan Trump, termasuk dalam pengambilan keputusan militer tanpa konsensus luas. Di sisi lain, situasi ini terjadi di tengah memanasnya tahun politik di Amerika Serikat. Pemilihan paruh waktu yang akan digelar pada November mendatang diprediksi menjadi ajang krusial untuk menguji kekuatan Partai Republik yang dipimpin Trump. Isu perang di Iran kini tak hanya menjadi persoalan geopolitik, tetapi juga senjata politik yang berpotensi memengaruhi pilihan pemilih. Banyak pihak menilai, arah kebijakan luar negeri AS akan menjadi salah satu faktor penentu dalam pertarungan politik tersebut. Dengan meningkatnya tekanan publik dan kritik dari tokoh-tokoh politik, kebijakan perang Trump kini berada di bawah sorotan tajam. Aksi protes yang terus meluas menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Amerika mulai mempertanyakan kembali arah kepemimpinan negaranya di panggung global. @uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.