KHUTBAH JUMAT | Integritas dalam Islam
Artinya: “Apabila sebuah urusan diberikan kepada bukan ahlinya maka tunggulah waktu kebinasaannya.”
Hadis ini menegaskan pentingnya memberikan mandat kepada seseorang yang mempunyai kapasitas sesuai bidangnya. Selain itu, kita juga harus jujur pada diri sendiri mengenai kapasitas kita. Jangan terlena dengan gaji atau upah yang dijanjikan jika tidak mampu mengemban jabatan atau pekerjaan tersebut.
Hadirin Jamaah Salat Jumat yang Dimuliakan Allah
Badruddin al-‘Aini, dalam kitabnya ‘Umdah al-Qari syarh Shahih al-Bukhari, mengatakan bahwa urusan dalam hadis tersebut adalah urusan-urusan yang berkaitan dengan agama, seperti ketatanegaraan, putusan pengadilan, dan fatwa persoalan agama. Namun, urusan tersebut bisa juga bersifat umum, termasuk urusan duniawi.
Penting bagi kita untuk menggali potensi dan bakat agar dapat memberikan kontribusi optimal. Dengan demikian, integritas dan profesionalisme dapat terealisasi. Bekerja secara profesional berarti tidak terlena dengan zona nyaman. Kita harus terus belajar dan mengembangkan kapasitas agar dapat melakukan inovasi demi kehidupan yang lebih baik.
Integritas dalam bekerja berarti mengandalkan kejujuran dan mengerahkan seluruh kemampuan demi hasil terbaik. Melaksanakan ibadah dan kewajiban agama juga termasuk pekerjaan yang harus dilakukan secara profesional. Ibadah shalat, puasa, sedekah, dan lainnya harus kita lakukan dengan maksimal agar mendapatkan derajat yang tinggi di hadapan Allah.
Semoga kita semua dapat melaksanakan itu semua dengan taufik dan hidayah dari Allah SWT. Amin.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!