IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

KH Sofyan Yahya: Para Kiai Agar Punya Pandangan Modern dan Moderat

ED
Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:57 WIB
Bagikan
KH Sofyan Yahya: Para Kiai Agar Punya Pandangan Modern dan Moderat

VISI.NEW | SOLOKANJERUK - Para kiai dan ajengan agar memiliki pandangan modern dan moderat karena tidak semua pemahaman bisa diterima oleh masyarakat kita yang kulturnya berbeda dengan yang membawa paham.

Demikian disampaikan Dewan Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Sofyan Yahya, M.A., saat memberikan tausyiah pada pengajian bulanan perdana Kitab Hikam bersama Rois Syuriah MWC NU se Kabupaten Bandung, di Pondok Pesantren Sa'adatuddaroin di Solokan Jeruk, Sabtu (1/10/2022).

"Hal ini perlu penyikapan, dan pemikiran yang berimbang dari para kiai dan ajengan, sesuai dengan pemahaman yang baik," ujarnya.

Pada kajian Kitab Hikam, terkait tasawuf dalam pokok bahasan Wahdatul Wujud, kata Sofyan Yahya, seseorang yang sudah memiliki pandangan hanya Allah, maka, kemanapun tatapan dan pandangannya diarahkan, yang ada dalam penglihatannya hanyalah Allah semata.

"Kemanapun ia melihat, Allah saja yang tampak. Sehingga hal yang harus dibangun adalah, keyakinan yang lurus, hanya pada Allah, tidak ke yang lainnya," ungkapnya.

Semisal, masih ada yang percaya jika mengajukan sesuatu, para kiai percaya pada proposal, pada keharusan izin Bupati dan tandatanganya, padahal, kata Sofyan Yahya, jika tak ada izinNya, tak ada Ridhonya tidak akan akan didapat.

Keyakinan seperti ini penting, sebab, sebab katanya, berkaitan dengan Tauhid. "Orang-orang yang bermakrifat pada Allah, dalam dirinya semuanya hanya Allah saja, tidak ada yang selainNya," tandasnya.

Dalam penyampaian dakwahnya,kata Sofyan Yahya, para kiai dan ajengan, harusnya tahu yang menjadi sasaran dakwahnya. "Yang benar itu berdakwah pada orang yang berada di luar masjid. Bukan orang yang sudah benar ada di masjid," ujarnya.

Jadi, kata Sofyan Yahya, jika ada tetangga pemabuk, jangan dijauhi, tetapi harus didekati, karena itu sasaran dakwah para kiai, para jengan yang sebenarnya.

"Untuk yang sudah Makrifat, maka ia tenggelam pada kecintaannya pada Allah. Tegak lurus hatinya pada Allah, Taat dan tidak lagi mengharapkan pahalanya Allah, dan apapun yang ia lakukan, semuanya itu karena Allah," ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga, Sofyan Yahya mengajak para Ketua MWC NU se Kabupaten Bandung, untuk bisa berziarah ke makam Syech Abdul Qodir Al Jaelani, dan ke Syech Junaid Al Baghdadi di Baghdad, Irak."Insyaallah bisa, dan bersiap saja untuk membuat paspornya terlebih dahulu," ujarnya, diamini para jamaah pengurus PCNU yang hadir.

Pengajian bulanan bersama Rois Syuriah MWC NU se Kabupaten Bandung ini merupakan hasil kesepakatan di Mukercab PCNU Kabupaten Bandung pada 4 September 2022 lalu, dimana saat itu disuarakan oleh penyelenggara sekaligus pengurus Tanfiziah PCNU Kabupaten Bandung, yang meminta Mustasyar PWNU, K.H. Sofyan Yahya, untuk bersedia memberikan waktu, memberikan pengajian bulanan, Kajian Hikam.

Gayung bersambut, anggota DPR RI dari Fraksi PKB dari Dapil Jabar 2 H. Cucun A. Syamsurijal saat Mukercab itu siap untuk menyelenggarakan pelaksanaannya.

Akhirnya pengajian bulanan yang ditunggu-tunggu itu, khusus untuk pengurus PCNU, lembaga, banom, sampai MWC NU se kabupaten Bandung terwujudkan juga.@bms

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.