Ketua Komisi VI DPR: Peran KAI dan KCIC Perlancar Mobilitas Masyarakat Sangat Nyata
Didiek mengatakan, KAI juga akan melakukan penempatan alat material siaga dan personel tambahan di titik-titik rawan untuk antisipasi gangguan sarana dan prasarana, peningkatan pengawasan jalur, patroli keamanan, serta pengamanan di stasiun dan sepanjang jalur kereta api.
“Kunci suksesnya transportasi perkeretaapian adalah konektivitas dan integrasi sehingga dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar perkeretaapian di Indonesia semakin berkembang dan maju,” jelasnya.
Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi turut memaparkan kontribusi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) terhadap percepatan transportasi nasional.
“KCJB bukan hanya memberikan kecepatan perjalanan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan melalui peningkatan konektivitas antarkawasan,” ujar Dwiyana.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menambahkan, inovasi KAI dalam mengedukasi masyarakat tentang jejak karbon (carbon footprint) kini tersedia pada tiket kereta api yang dicetak maupun melalui aplikasi Access by KAI dan email bukti pembayaran.
"Jejak karbon adalah ukuran jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan suatu aktivitas. Semakin rendah jejak karbon, semakin ramah lingkungan. Kereta api adalah moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dibanding moda lainnya," ujarnya.
Anne menambahkan, informasi terkait jejak karbon bagi penumpang dapat memberikan referensi perhitungan emisi perjalanan dan edukasi tentang pentingnya menggunakan moda transportasi ramah lingkungan, seperti kereta api.
“Kami optimistis, dengan sinergi yang baik, layanan transportasi dapat memenuhi ekspektasi masyarakat,” tutur Anne.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!