IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Ketua GNPK-RI : Praktek Korupsi di Pemkab Bogor Diduga Belum Tuntas

ED
Rabu, 12 Oktober 2022 | 07:44 WIB
Bagikan
Ketua GNPK-RI : Praktek Korupsi di Pemkab Bogor Diduga Belum Tuntas

VISI.NEWS | BANDUNG - Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Jawa Barat Nana S. Hadiwinata menduga kasus korupsi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor belum tuntas.

"Kami heran kok birokrat di Pemkab Bogor tidak ada jeranya dalam hal menyikapi ini. Sudah dua mantan Bupati RY dan AY masuk ke penjara karena Tipikor, eh ini malah seperti ada kesempatan untuk melakukan hal yang sama," ungkapnya disela-sela menerima pengaduan masyarakat Bogor di kantornya, Komplek Pasir Pogor, Kota Bandung, Rabu (12/10/2022).

Pria yang biasa disapa Abah Nana itu mengatakan, hari ini ia menerima aduan masyarakat terkait dengan mekanisme kerja birokrasi Pemkab Bogor yang terkesan berbelit belit dalam melaksanakan tugasnya terhadap pelayanan masyarakat. "Terutama pengajuan pencairan tagihan sebuah pekerjaan di Dinas PUPR, seperti yang beredar di media online di Kab. Bogor," ujarnya.

Abah Nana dengan tegas mengatakan, jangan sampe dengan berbelit-belitnya proses pencairan tagihan para penyedia jasa, berindikasi adanya dugaan unsur pemerasan dalam hal pencairan, sehingga terjadi Tipikor yang berakibat pada perbuatan melawan hukum.

"Pada hari ini juga, saya akan segera koordinasikan dengan pihak KPK, menegaskan kembali bahwa kasus korupsi di Pemkab Bogor nyaris belum ada dampak terhadap perbaikan pelayanan. Ini harus segera dituntaskan dan kami juga berharap agar KPK segera melakukan pemeriksaan terhadap keberadaan Konsultan Managmen Proyek (KMP) yang tupoksinya tidak jelas sehingga dianggap hanya pemborosan keuangan negara, karena KMP itu dipihakketigakan dan dibiayai oleh APBD," tandasnya.

Abah Nana mengingatkan kepada birokrat Pemkab Bogor khususnya Dinas PUPR jangan ada unsur kesengajaan melakukan prosedur yang berbelit-belit dalam proses pencairan dana yang sudah dikerjakan oleh penyedia jasa, sehingga akan terhindar dari dugaan adanya perbuatan melawan hukum (PMH).

Selain itu juga, kata Abah Nana, dengan melakukan berbelit belitnya proses pencairan dana, jelas akan menghambat pada daya serap anggaran Pemkab Bogor secara menyeluruh.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.