Kesiapan Haji 2026 Meningkat, Pelunasan dan Istithaah Jemaah Hampir Tuntas

Desi Rossilawati
Kamis, 8 Januari 2026 | 12:41 WIB
Bagikan
Kesiapan Haji 2026 Meningkat, Pelunasan dan Istithaah Jemaah Hampir Tuntas

VISI.NEWS | JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencatat progres signifikan dalam proses pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 1447 H/2026 M. Tingkat pelunasan baik untuk jemaah haji reguler maupun khusus telah melampaui angka 95%.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menyampaikan pelunasan jemaah haji reguler telah mencapai 95,72 persen, sementara jemaah haji khusus berada di angka 96,5 persen. "Pelunasan haji reguler dan khusus sampai penutupan sore tadi pelunasannya 95,72 persen untuk jemaah reguler dan untuk jemaah khusus 96,5 persen. Masih ada waktu dua hari untuk pelunasan dan insyaallah kita akan bisa mencapai 100 persen dua hari mendatang," ujar Gus Irfan dikutip dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Dari sisi kesehatan, Kemenhaj memastikan seluruh jemaah yang telah melakukan pelunasan telah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan atau istithaah. Tahun ini, proses pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan standar yang lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Gus Irfan mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dengan Kementerian Haji Arab Saudi yang menginginkan jemaah haji benar-benar siap secara fisik.

"Hari ini insyaallah semua yang melakukan pelunasan itu sudah melampaui pemeriksaan kesehatan. Tahun ini proses pemeriksaan kesehatan relatif lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena kita mendapatkan permintaan dari Kementerian Haji Saudi," ujarnya. Ia menegaskan kesiapan fisik jemaah menjadi syarat utama, tidak hanya kesiapan mental. "Mereka ingin bahwa jemaah haji kita benar-benar jemaah yang siap secara fisik, bukan cuma secara mental, fisik juga siap," lanjutnya. Meski pemeriksaan kesehatan diperketat sejak awal, Gus Irfan memastikan layanan medis selama pelaksanaan haji tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Kesehatan jemaah akan terus dipantau dan dilayani selama berada di Tanah Suci. "Terkait dengan kesehatan ini, layanan medis tetap tidak terlewatkan karena kesehatan para jemaah tetap menjadi fokus utama," tegasnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.