Kesepakatan Gencatan Senjata Israel dan Hamas, Warga Gaza Suka Cita
VISI.NEWS | GAZA - Warga Palestina yang berada di Gaza menyambut pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Hamas dengan penuh suka cita.
Dikutip dari AlJazeera, Kamis (16/1/2025), euforia warga Gaza menggema di berbagai lokasi begitu mendengar berita tentang kesepakatan gencatan senjata Israel dan Hamas.
Salah satu lokasi perayaan gencatan senjata Israel dan Hamas berada di area Rumah Sakit (RS) Al-Aqsa, Gaza.
Selama beberapa jam, orang-orang mengubah seluruh area sekitar RS Al-Aqsa menjadi panggung perayaan dengan bergembira bersama.
Orang-orang yang berada Kamp pengungsi Al-Mawasi, Gaza juga ikut merayakan gencatan Israel-Hamas.
Al-Mawasi adalah lokasi yang telah dibom tanpa henti selama 15 bulan terakhir, sehingga memberikan ancaman kepada warga Gaza.
Warga Gaza di Deir Al Balah juga bersuka cita atas pengumuman gencatan senjata ini. Mereka saling merangkul satu sama lain dan menembakkan kembang api ke langit malam untuk melupakan kegembiraan.
“Saya tidak bisa menahan kebahagiaan,” kata salah seorang warga Gaza bernama Amjad Shawa, dilansir dari CBC, Kamis (16/1/2025).
Amjad dan keluarganya terpaksa mengungsi ke Deir Al Balah dari Kota Gaza setahun lalu.
3 fase gencatan senjata Israel-Hamas
Kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas ini mengakhiri konflik yang berlangsung selama 15 bulan sejak (7/10/2023) di Gaza.
Namun, gencatan senjata di Gaza baru akan mulai berlaku pada Minggu (19/1/2025).
Sebagai informasi, ceasefire atau gencatan senjata ini merupakan penghentian konflik bersenjata untuk sementara.
Kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas dilakukan dalam tiga tahap atau fase yang berjalan selama beberapa minggu ke depan, termasuk proses pembebasan atau pertukaran sandera.
Dikutip dari AP, Kamis (16/1/2025), berikut ini rancangan kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas yang terbagi dalam tiga fase:
Fase pertama (42 hari):
- Hamas membebaskan 33 sandera, termasuk warga sipil perempuan dan tentara, serta anak-anak dan warga sipil berusia di atas 50 tahun
- Israel membebaskan 30 tahanan Palestina untuk setiap sandera sipil dan 50 untuk setiap tentara perempuan
- Menghentikan pertempuran, pasukan Israel bergerak keluar dari daerah berpenduduk ke tepi Jalur Gaza
- Warga Palestina yang mengungsi mulai kembali ke rumah, lebih banyak bantuan masuk ke Jalur Gaza
Fase kedua (42 hari):
- Deklarasi “ketenangan yang berkelanjutan”
- Hamas membebaskan sandera laki-laki yang tersisa (tentara dan warga sipil) dengan imbalan jumlah tahanan Palestina yang belum dinegosiasikan dan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Fase ketiga:
- Jenazah para sandera Israel yang meninggal ditukar dengan jenazah para pejuang Palestina yang meninggal
- Implementasi rencana rekonstruksi di Gaza
- Penyeberangan perbatasan untuk keluar masuk Gaza dibuka kembali.
@desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!