Kerugian Infrastruktur Akibat Bencana Sukabumi Mencapai Rp 200 Miliar
VISI.NEWS | SUKABUMI - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Sukabumi pada awal Desember 2024 telah menimbulkan kerugian infrastruktur hampir mendekati angka Rp 200 miliar.
“Hampir mendekati Rp 200 miliar,” kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami usai melakukan rapat koordinasi (rakor) tanggap darurat bencana di Pendopo, Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/12/2024).
Kerugian infrastruktur yang nilainya ratusan miliar itu karena bencana banjir bandang, longsor, pergerakan tanah dan angin kencang, menimbulkan banyak kerusakan.
Dari data BPBD hingga Selasa (17/12/2024) pukul 17.00 WIB, infrastruktur terdampak antara lain 29 titik jembatan dengan rincian 8 titik sudah ditangani, 19 titik sedang ditangani dan 2 titik belum ditangani.
Untuk jalan yang terdampak bencana sebanyak 124 titik, dengan jumlah yang sudah ditangani 66 titik, 54 titik sedang ditangani dan 4 titik belum ditangani.
Data jembatan dan jalan merupakan data dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dan Dinas PU Kabupaten Sukabumi.
Infrastruktur lain yang terdampak yaitu sebanyak 17 titik TPT dan 110 titik saluran air.
Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Disdik Kabupaten Sukabumi dan kantor Kemenag Sukabumi juga menyampaikan data sebanyak 155 sekolah terdampak bencana.
Adapun rumah yang rusak berat mencapai 3.548 unit, lalu 1.588 rumah rusak sedang dan jumlah rumah rusak ringan mencapai 3.758 unit. Sumber rumah rusak ini berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!