Kerja Sama AS–Saudi Capai Rp 10.000 Triliun, Sanksi Suriah Dicabut
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 14 Mei 2025 | 21:45 WIB
VISI.NEWS | RIYADH - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pencabutan seluruh sanksi ekonomi terhadap Suriah sebagai bagian dari paket kesepakatan strategis dengan Arab Saudi yang nilainya mencapai 600 miliar dollar AS atau setara Rp 10.000 triliun. Keputusan ini disampaikan Trump dalam forum investasi di Riyadh pada Selasa (13/5/2025) waktu setempat, dalam kunjungan perdananya ke kawasan Teluk sejak menjabat kembali.
Dalam pidatonya, Trump menyatakan pencabutan sanksi dilakukan atas permintaan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).
“Oh, apa yang saya lakukan untuk putra mahkota,” ucap Trump.
Trump menjelaskan bahwa sanksi terhadap Suriah sebelumnya memiliki fungsi strategis, namun kini dianggap tidak lagi relevan setelah perubahan signifikan di negara tersebut. Sejak digulingkannya rezim Bashar Al Assad pada akhir 2024, Suriah dipimpin oleh pemerintahan baru di bawah Presiden Ahmed Al Sharaa yang tengah memulai fase rekonstruksi nasional.
Langkah ini sekaligus mengakhiri puluhan tahun kebijakan tekanan terhadap Suriah. Sejak 1979, negara itu masuk daftar sponsor terorisme dan menerima sanksi bertubi-tubi, terutama setelah konflik sipil pecah pada 2011.
Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad Al Shibani, menyambut hangat keputusan AS.
“Langkah yang direncanakan ini menandai awal baru dalam jalur rekonstruksi Suriah,” tulis Asaad dalam unggahan di platform X.
Selain pencabutan sanksi, AS dan Saudi juga menandatangani paket kerja sama pertahanan senilai hampir 142 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.358 triliun). Gedung Putih menyebutnya sebagai kesepakatan militer terbesar sepanjang sejarah kedua negara, yang mencakup penjualan sistem rudal, peralatan angkatan udara, serta infrastruktur pertahanan laut dan luar angkasa.
Tak hanya itu, kerja sama ekonomi turut diperkuat, khususnya dalam bidang energi, pertambangan, dan teknologi. Proyek ini mendukung visi ambisius Saudi 2030 yang antara lain mencakup pembangunan kota futuristik NEOM.
Trump juga terlihat menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah tokoh penting Saudi seperti Gubernur Dana Investasi Publik Yasir Al Rumayyan, CEO Aramco Amin Nasser, dan Menteri Investasi Khalid Al Falih. Sejumlah pengusaha besar AS turut hadir, termasuk Elon Musk (Tesla), Sam Altman (OpenAI), Larry Fink (BlackRock), dan Stephen Schwarzman (Blackstone).
Usai dari Riyadh, Trump dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Qatar dan Uni Emirat Arab, dengan fokus utama pada kerja sama investasi, bukan isu militer. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!