Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Keracunan Diduga MBG di Sukabumi, Sampel Makanan Dikirim ke Laboratorium

Desi Rossilawati
Jumat, 26 September 2025 | 21:51 WIB
Bagikan
Keracunan Diduga MBG di Sukabumi, Sampel Makanan Dikirim ke Laboratorium

VISI.NEWS | SUKABUMI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi mengambil sampel makanan yang disantap pelajar SMK Doa Bangsa Palabuhanratu untuk diperiksa di laboratorium kesehatan daerah (labkesda) Provinsi Jawa Barat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penyebab keracunan massal yang terjadi pada Rabu (24/9/2025).

"Sampel makanan yang dikirim nuget, tahu, sambel ikan, tumisan wortel, jagung dan mie spageti," ujar Kepala Tim Kerja Surveilans, Imunisasi, dan Penanggulangan Krisis Kesehatan Dinkes Kabupaten Sukabumi, Tatang Sutarman.

Mengenai lamanya pemeriksaan, berlangsung selama 1 mingguan. "Biasanya 1 mingguan," imbuhnya.

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Sukabumi Agus Sanusi menuturkan pada saat itu ada 300 lebih pelajar yang menyantap menu MBG saat itu.

Sedangkan yang menjadi korban sebanyak 32 orang dan 6 diantaranya dirujuk ke RSUD Palabuhanratu.

"Rumah sakit katanya 6 jadi keseluruhan 32, menurut informasi," ujarnya.

Agus menyatakan untuk kondisi saat ini siswa yang terdampak sudah membaik, namun pemantauan masih terus dilakukan. "Saat ini sudah pada sehat dan dilihat perkembangannya nanti," kata Agus.

Sementara itu dari keterangan tertulisnya, pelajar itu mengkonsumi MBG pada pukul 09.00, kemudian keluhan mual, muntah dan pusing mulai dirasakan pada pukul 11.00

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.