Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Kenapa Orang Indonesia Gemar Makanan Pedas? Ini Alasannya!

Desi Rossilawati
Rabu, 5 Februari 2025 | 00:45 WIB
Bagikan
Kenapa Orang Indonesia Gemar Makanan Pedas? Ini Alasannya!
VISI.NEWS | BANDUNG - Indonesia dikenal sebagai surganya makanan bercita rasa pedas. Dari kudapan ringan seperti mie lidi dan makaroni pedas hingga hidangan utama seperti ayam geprek dan seblak berkuah merah membara, cita rasa pedas sulit dipisahkan dari kehidupan kuliner masyarakat Indonesia. Meski hidup di iklim tropis yang hangat, kegemaran masyarakat Indonesia terhadap makanan pedas sudah berlangsung selama ratusan tahun. Bahkan, pada masa kolonialisme, sambal menjadi pelengkap wajib di meja makan orang Eropa yang tinggal di Hindia Belanda untuk menyeimbangkan makanan mereka yang terasa hambar dan dingin. Sejarawan Fadly Rahman dalam bukunya 'Rijstaffel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial 1870-1942' mencatat bahwa penggunaan cabai dan sambal di Indonesia sudah menjadi bagian penting dari tradisi kuliner sejak lama. Namun, banyak yang keliru mengira bahwa rempah-rempah, termasuk cabai, digunakan hanya untuk menutupi aroma tidak sedap pada bahan makanan seperti daging. Lalu rempah-rempah termasuk cabai memiliki sifat antimikroba yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri dan virus. Dalam iklim tropis yang panas dan lembap, mikroorganisme cenderung berkembang lebih cepat. Penggunaan kombinasi rempah seperti kunyit, jahe, lada, dan cabai dapat membantu menjaga makanan dari pembusukan serta mencegah penyakit. Menurut penelitian yang dikutip IFL Science ketika digunakan bersama, rempah-rempah menunjukkan efek antibakteri yang lebih kuat dibandingkan penggunaannya secara terpisah. Maka tidak heran jika kombinasi rempah-rempah menjadi ciri khas masakan Indonesia. Selain motif kesehatan, faktor ekonomi dan kemudahan akses rempah-rempah juga mempengaruhi dominasi rasa pedas dalam kuliner Indonesia. Sebagai negara dengan kekayaan rempah melimpah, masyarakat dengan mudah memanfaatkannya sebagai bahan utama masakan. Meski begitu, hubungan antara rasa pedas dan lingkungan tidak sesederhana yang terlihat. Faktor budaya, ekonomi, dan kesehatan semuanya turut berperan dalam menjadikan rasa pedas sebagai identitas kuat dalam kuliner Nusantara. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.