Kenapa Orang Barat Cebok Pakai Tisu? Sedangkan Kita Pakai Air
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 26 April 2025 | 00:45 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Soal urusan ke toilet, dunia tampaknya terbagi dua, ada yang setia cebok pakai air, ada pula yang cukup dengan tisu. Bukan karena iseng, tapi pilihan ini ternyata dipengaruhi oleh budaya, iklim, dan kebiasaan turun-temurun.
Masyarakat Timur seperti di Asia, Timur Tengah, dan Afrika umumnya menggunakan air. Selain karena mudah didapat di iklim tropis, penggunaan air juga selaras dengan nilai-nilai kebersihan dalam agama seperti Islam dan Hindu.
Di sisi lain, orang Barat lebih memilih tisu. Justru bukan mereka yang pertama kali menciptakan tisu toilet. Menurut riset berjudul "Toilet hygiene in the classical era" (2012), tisu sebagai alat pembersih muncul pertama kali di China, sebagai inovasi dari penemuan kertas.
Barat baru mengenal tisu toilet di abad ke-16, dan bahkan waktu itu belum dianggap efektif. Tapi setelah munculnya tisu gulung di tahun 1890, pabrik tisu mulai masif memproduksi dan mempopulerkannya.
Orang barat enggan pakai air dikarenakan cuaca. Di daerah beriklim dingin, menyentuh air dingin terasa sangat tidak nyaman, apalagi di musim salju. Wajar jika mereka lebih memilih metode kering.
Pola makan juga ikut memengaruhi. Masyarakat Barat cenderung mengonsumsi makanan rendah serat, sehingga hasil buang air besar mereka cenderung kering dan sedikit, cukup dibersihkan dengan tisu. Sedangkan orang Asia atau Afrika banyak makan sayur dan serat tinggi, sehingga lebih butuh air saat cebok.
Namun, dari sisi kebersihan, cebok dengan air dinilai lebih higienis karena mampu menghilangkan bakteri dan kuman secara menyeluruh.
Meski begitu, budaya tisu tetap kuat di Barat. Faktor kebiasaan dan kemudahan akses membuatnya sulit tergantikan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!