"Kemesraan" Beijing - Jakarta, Seperti Mesranya Iriana Jokowi dan Peng Liyuan
VISI.NEWS | BALI - Dalam beberapa tahun terakhir, komunikasi budaya antara Tiongkok dan Indonesia berlangsung semakin erat. Pada 2021, lokakarya musik gamelan, salah satu alat musik tradisional yang paling populer di Indonesia, terdiri atas gambang, gong, dan instrumen lain, dibuka di Guangxi Arts University, Tiongkok Selatan. Dengan demikian, masyarakat Tiongkok dapat mempelajari dan menikmati musik daerah tersebut.
Hubungan "mesra" antara Beijing dan Jakarta terlihat saat perhelatan Akbar G-20 di Bali. Peng Liyuan, istri Presiden Tiongkok President Xi Jinping, mengikuti kegiatan yang diadakan untuk pasangan kepala negara G20.
Penyelenggara kegiatan ini, Ibu Negara Indonesia Iriana Joko Widodo, menyambut Peng ketika tiba di lokasi. Bersama pasangan kepala negara G20 lain, Peng menyaksikan pertunjukan tari yang menampilkan ciri khas Bali, serta mengikuti sesi foto bersama.
Ditemani Iriana, Peng juga melihat pameran instrumen musik lokal, baju daerah, kerajinan rotan, rajutan, pangan ramah lingkungan. Peng pun menyaksikan proses pembuatan kerajinan tradisional Indonesia, termasuk merangkai daun kelapa, serta menstempel logo KTT G20 dan bunga pada tas rajutan.
Di acara ini, Peng mengapresiasi langkah Indonesia yang mengintegrasikan kerajinan tangan dan pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan, serta pelestarian alam. Menurutnya, kedua negara dapat mempererat kerja sama di bidang-bidang terkait, serta berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan pelestarian ekologi di tingkat regional.
Empat buku
Pada November 2022, empat buku juga diterbitkan di Indonesia, tepatnya di ajang Indonesia International Book Fair, oleh Social Sciences Academic Press asal Tiongkok and Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Keempat buku ini, yakni "The Chinese Dream and the Chinese Road," "Hope for a Populous Nation," "2050: China's Low-carbon Economic Transition", dan "On the Agricultural Transition of a Big Country", merupakan proyek penerjemahan literatur yang digagas kedua negara. Lewat proyek ini, semakin banyak buku tentang perkembangan Tiongkok dan warisan budaya hadir di Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!