Kemenag Ajak Ribuan Santri Istighasah di Istiqlal Sambut Hari Santri Nasional
“Sekali santri, tetap santri. Kesantrian bukan soal tempat mondok atau seragam, tetapi soal akhlak dan pengabdian. Santri sejati terus belajar dan berkhidmah kepada Allah sepanjang hidupnya,” tegasnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penuh harap bagi masa depan dunia pesantren dan para santri di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat lahirnya peradaban, nilai, dan moral bangsa.
“Semoga Allah memberkahi kita semua, menjadikan para santri cahaya bangsa, dan pesantren sebagai sumber peradaban Indonesia,” doa Menag dihadapan ribuan santri.
Puncak acara malam itu ditandai dengan doa bersama (istighosah) yang dipimpin oleh para kiai dari berbagai pesantren di penjuru Indonesia, baik yang hadir langsung di Masjid Istiqlal maupun secara daring dari seluruh provinsi dengan diamini oleh para santri yang hadir langsung dan juga daring.
Acara Istighosah Hari Santri 2025 – Doa Santri untuk Negeri menjadi momentum spiritual dan kebangsaan yang meneguhkan peran santri sebagai pilar moral, penjaga keutuhan bangsa, dan penopang masa depan Indonesia.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!