Kemacetan Libur Lebaran di Kawasan Wisata Bandung Masih Jadi PR Dedi Mulyadi

ED
Jumat, 4 April 2025 | 08:32 WIB
Bagikan
Kemacetan Libur Lebaran di Kawasan Wisata Bandung Masih Jadi PR Dedi Mulyadi

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG -Pada musim libur Lebaran 2025, kemacetan panjang kembali terjadi di sejumlah kawasan wisata populer di Jawa Barat, khususnya di Ciwidey, Kabupaten Bandung, dan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengakui bahwa arus lalu lintas di dua kawasan tersebut belum bisa sepenuhnya dikendalikan, meski upaya pengendalian sudah mulai dilakukan di daerah lain.

Dedi menyebutkan bahwa pihaknya belum mengambil kebijakan untuk meliburkan angkutan umum di wilayah Ciwidey dan Lembang, berbeda dengan kawasan Puncak dan Cipanas yang sudah menerapkan kebijakan serupa. “Memang masih terjadi di Ciwidey (macet), karena memang di daerah itu saya tidak membuat kebijakan (meliburkan angkot),” ujar Dedi saat ditemui wartawan, Kamis (3/4/2025).

Menurutnya, langkah peliburan angkutan umum seperti angkot, becak, ojek, dan delman pada momen libur panjang terbukti efektif mengurangi kemacetan, terutama di kawasan Puncak dan Cipanas. Oleh karena itu, ia kini mempertimbangkan kebijakan serupa untuk diterapkan di Ciwidey dan Lembang pada libur-libur besar mendatang.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Dedi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kemacetan selama musim mudik dan libur tahun ini. Ia berjanji akan segera mengevaluasi situasi dan menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan tersebut. “Mohon maaf atas kekurangan kami sebagai pimpinan masyarakat Jabar, seluruh wisatawan dan para pemudik yang melewati jalur di Jabar,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk memberikan kompensasi kepada para pengemudi angkot, tukang becak, ojek, dan kusir delman yang akan diliburkan. Dedi menegaskan bahwa kompensasi itu penting agar kebijakan peliburan dapat dijalankan tanpa memberatkan para pelaku transportasi informal.

Dedi juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk perbankan, untuk mendukung program ini. "Mungkin Bank Jabar Peduli bisa memberikan supporting. Kita sedang menghitung berapa pembiayaan setiap tahun, dan pasti juga banyak pihak yang akan membantu," jelasnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.