Kedatangan Pengungsi Rohingya di Aceh Meningkat: Lebih dari 200 Tiba di Indonesia

Desi Rossilawati
Senin, 6 Januari 2025 | 16:30 WIB
Bagikan
Kedatangan Pengungsi Rohingya di Aceh Meningkat: Lebih dari 200 Tiba di Indonesia
VISI.NEWS | ACEH - Jumlah kedatangan pengungsi Rohingya ke Indonesia kembali meningkat, dengan lebih dari 200 orang tiba di Provinsi Aceh pada akhir pekan lalu. Fenomena ini menambah panjang daftar kedatangan etnis Rohingya melalui jalur laut ke negara-negara Asia Tenggara. Mereka, yang mayoritas beragama Islam dan berasal dari Myanmar, sering meninggalkan kamp pengungsi yang kekurangan fasilitas menggunakan perahu-perahu rusak menuju Thailand, Malaysia, atau Indonesia. Mereka biasanya berangkat antara Oktober hingga April, ketika kondisi laut lebih tenang, untuk melakukan perjalanan berisiko tinggi. Lebih dari 200 pengungsi Rohingya mendarat di Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, yang terletak di Pulau Sumatra bagian barat Indonesia pada Minggu (5/1/2025) malam. "Mereka tiba di wilayah kami dengan kondisi yang sangat lemah dan membutuhkan bantuan segera," kata Miftach Tjut Adek, ketua komunitas nelayan Aceh, dikutip dari Reuters, Senin (6/1/2025). Faisal Rahman, pejabat dari Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR), mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan otoritas lokal untuk memberikan bantuan. "Tim kami menuju Peureulak Barat pada Senin untuk memberikan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi," imbuh Rahman. Antara Oktober dan November 2024, lebih dari 500 pengungsi Rohingya tiba di Indonesia melalui jalur laut, angka yang terus meningkat, mencerminkan keadaan darurat yang dihadapi komunitas yang tidak memiliki kewarganegaraan ini. Hampir 1 juta Rohingya saat ini tinggal di kamp pengungsi di Bangladesh, yang oleh PBB disebut sebagai "kamp pengungsi kemanusiaan terbesar di dunia." Di Myanmar, tempat mayoritas penduduknya beragama Buddha, Rohingya dianggap sebagai pendatang asing dan tidak diberikan kewarganegaraan, sehingga sering menjadi korban penganiayaan. Sejak 2023, lebih dari 2.000 Rohingya telah tiba di Indonesia, melebihi jumlah kedatangan dalam empat tahun sebelumnya, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam arus pengungsi ke wilayah ini. PBB dan organisasi kemanusiaan terus mendesak upaya diplomatik yang lebih kuat untuk mengatasi penderitaan yang dialami komunitas Rohingya dan mencari solusi untuk menghentikan pengusiran mereka dari tanah air. "Kami berharap komunitas internasional dapat memberikan perhatian lebih untuk mengatasi akar permasalahan yang membuat mereka terusir dari tanah air mereka," ungkap Rahman. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.