Kebijakan Trump Picu Penurunan Wisatawan Eropa ke AS
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 25 Maret 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Kebijakan dan retorika Presiden Donald Trump mulai berdampak negatif pada sektor pariwisata Amerika Serikat (AS). Data terbaru dari Kantor Pariwisata dan Perjalanan Nasional AS (NTTO) mencatat adanya penurunan jumlah wisatawan Eropa ke AS sebesar 1 persen pada Februari 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini kontras dengan tren sebelumnya, di mana pada Februari 2024, jumlah wisatawan Eropa yang berkunjung ke AS naik 14 persen. Slovenia mengalami penurunan tertinggi sebesar 26 persen, diikuti oleh Swiss dan Belgia.
Wisatawan Denmark yang datang ke AS turun 6 persen, setelah sebelumnya mengalami kenaikan 7 persen pada 2024.
Beberapa faktor yang disebut berkontribusi terhadap penurunan ini antara lain Kebijakan imigrasi yang lebih ketat di bawah pemerintahan Trump, konflik dagang global yang mempengaruhi hubungan AS dengan negara-negara Eropa dan kontroversi Trump yang pernah mengusulkan pencaplokan Greenland, yang memicu sentimen negatif di Denmark.
Bahkan, seorang warga Denmark, Kim Kugel Sorenson, membatalkan perjalanannya ke California demi menghadiri pernikahan teman karena kebijakan ini.
Sementara AS mengalami penurunan wisatawan Eropa, Kanada justru mengalami lonjakan kunjungan.
CEO agen perjalanan Jerman America Unlimited, Timo Kohlenberg, melaporkan bahwa banyak wisatawan Jerman kini lebih memilih Kanada sebagai tujuan wisata utama mereka.
"Kanada mengalami lonjakan wisatawan yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Kohlenberg.
Beberapa wisatawan Eropa menganggap perjalanan ke Kanada sebagai bentuk solidaritas setelah Trump pernah mengancam menjadikan negara tersebut sebagai negara bagian ke-51 AS.
Selain itu, warga Kanada sendiri mulai menghindari perjalanan ke AS.
Meski menghadapi tekanan, beberapa perusahaan perjalanan tetap optimistis terhadap pasar wisata AS. Operator tur terbesar di Eropa, TUI, memprediksi bahwa jumlah wisatawan Jerman ke AS tetap kuat, terutama untuk kunjungan ke kota besar dan perjalanan campervan.
"Kami masih mengharapkan lebih banyak wisatawan Jerman ke AS dibandingkan tahun 2024," kata juru bicara TUI.
Namun, data NTTO menunjukkan bahwa wisatawan Jerman ke AS turun 9 persen pada Februari 2025, setelah mengalami lonjakan 18 persen pada tahun sebelumnya.
Pemerintah Inggris dan Jerman memperbarui panduan perjalanan ke AS, menyoroti aturan imigrasi yang semakin ketat.
Jika tren ini terus berlanjut, AS berpotensi kehilangan pendapatan besar dari sektor pariwisata.
Pada 2023, wisatawan Eropa menyumbang sekitar $155 miliar (Rp 2.566 triliun) bagi ekonomi AS. Dengan penurunan jumlah wisatawan, negara lain seperti Kanada dan Meksiko bisa menjadi pihak yang paling diuntungkan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!