Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Kumuh di Isla Puting Bato, Manila, Ribuan Keluarga Terlantar

Desi Rossilawati
Selasa, 26 November 2024 | 21:15 WIB
Bagikan
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Kumuh di Isla Puting Bato, Manila, Ribuan Keluarga Terlantar
VISI.NEWS | FILIPINA - Kebakaran besar melanda kawasan kumuh dan padat penduduk Isla Puting Bato, distrik Tondo, Manila, Filipina pada Senin (25/11/2024). Rekaman dari kamera drone Badan Penanggulangan Risiko Bencana Manila menunjukkan api yang membakar liar permukiman tersebut, menciptakan pemandangan yang mengerikan bak neraka di tengah kota. Diperkirakan sekitar seribu rumah terbakar, yang mempengaruhi sekitar 2.000 keluarga, dengan lebih dari 8.000 orang terpaksa mengungsi. Meskipun kebakaran hebat ini melanda, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Dinas Pemadam Kebakaran Manila melaporkan bahwa api mulai berkobar pada pukul 08.00 waktu setempat dan baru bisa dipadamkan pada pukul 16.00. Otoritas setempat masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut, yang sering kali disebabkan oleh korsleting listrik atau tabung gas yang bocor. Isla Puting Bato, yang merupakan salah satu daerah kumuh terbesar di Manila, dihuni oleh sekitar 654.220 orang, menjadikannya kawasan yang padat dan rawan terhadap insiden seperti ini. Foto-foto yang beredar menunjukkan warga yang panik berlarian keluar dari area permukiman untuk menyelamatkan diri dan membawa barang-barang mereka. Salah satu warga setempat, Elvira Valdemoro, mengungkapkan rasa syoknya, karena rumahnya juga ikut terbakar. "Kami sangat sedih karena kami tak punya tempat tinggal lagi, semuanya hilang. Kami tidak tahu apakah masih bisa makan. Kami sangat kesulitan, apalagi Natal sudah dekat," ujarnya kepada CNN. Kebakaran ini menambah beban bagi banyak keluarga yang sudah hidup dalam kondisi sulit di wilayah tersebut. Saat ini, para penyelamat dan pihak berwenang terus berupaya memberikan bantuan kepada para pengungsi yang terdampak. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.