Kampus yang Berhati Nurani Gelar Festival SDG Selama Satu Minggu Penuh
Di festival ini, staf dan mahasiswa juga mengumpulkan limbah elektronik (e-waste) untuk membuang barang-barang elektronik yang tidak lagi dipakai dengan cara-cara yang melindungi alam. Sejak awal dari inisiatif ini, lebih dari 34.000 kg limbah elektronik telah dikumpulkan.
Kegiatan penting ini juga didukung pihak kesultanan, dan Putri Sultan Selangor Y.A.M Tengku Zatashah Sultan Sharafuddin Idris Shah memberikan sambutan menarik kepada audiens tentang pelestarian bumi. Putri Sultan Selangor yang memperjuangkan lingkungan hidup ini berkata, "Cara kita memperlakukan bumi, sesama penghuni bumi, dan segala hal yang hidup di bumi merupakan hal yang sangat penting. Di tengah perubahan iklim, kita harus memiliki kepedulian tentang kondisi bumi."
Peserta yang berusia lebih muda menikmati acara interaktif "Treasure Our Planet Trail" di kampus, serta mempelajari fakta tentang 17 SDG baru demi memperoleh pencerahan. Hal ini juga memastikan generasi masa depan akan terus membawa pesan dari pengaruh dan aksi tersebut.
Kegiatan peragaan di atas panggung yang berlangsung setiap hari terdiri atas pembuatan sabun dari minyak goreng bekas oleh Pusat Wanita Berdaya, demonstrasi memasak dengan sisa sayuran yang dapat dimakan oleh Professional Culinaire Association Malaysia, serta upcycling secara kreatif oleh Maslisa Zainuddin dari Sunway University.
Festival selama satu minggu ini menjadi acara yang sukses besar, serta sarana promosi yang baik tentang kiprah Malaysia dalam bidang keberlanjutan global. Profesor Elizabeth Lee, Chief Executive Officer, Sunway Education Group, berkata, "Tujuan kami terkait Local Action Global Goals 2022—memberikan edukasi dan edukasi ulang, serta mengingatkan setiap orang bahwa kita harus bekerja secara kolektif demi membuat perubahan yang berkelanjutan dan berdampak positif."
Di sisi lain, President, Sunway University, Profesor Sibrandes Poppema, berkata bahwa dirinya sangat gembira atas festival yang diselenggarakan Sunway University, terutama di tengah kerja keras universitas ini mempertahankan reputasinya sebagai Kampus yang Berhati Nurani (A Campus With A Conscience).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!