Kalimat Sehari-hari Orang Tua Ini Diam-diam Bikin Anak Jadi Tertekan
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 20 April 2025 | 00:45 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Ucapan orang tua ternyata bisa memberikan dampak besar terhadap kesehatan mental anak. Bahkan, satu kalimat saja bisa membentuk pola pikir si anak dalam jangka panjang. Hal ini diungkap oleh Jennifer Wallace, peneliti parenting lulusan Harvard dan ibu dari tiga anak.
Melansir dari CNBC Make It, Wallace menyebut bahwa banyak anak merasa kasih sayang orang tua bersyarat karena sering mendengar kalimat yang hanya menekankan hasil, bukan proses atau usaha. Ucapan seperti ini bisa terasa seperti tekanan dan akhirnya berdampak negatif pada kondisi mental mereka.
Berikut lima kalimat yang sebaiknya dihindari orang tua:
1. “Tugasmu adalah belajar.”
Fokus berlebihan pada prestasi akademik membuat anak mengira nilai adalah segalanya. Padahal, anak juga perlu merasa mampu berkontribusi di lingkungan sosialnya.2. “Bagaimana sekolah/kuliahmu?”
Pertanyaan ini sering memicu kecemasan jika ditanyakan terus-menerus. Wallace menyarankan agar membahas sekolah hanya di waktu tertentu agar suasana rumah tetap santai.3. “Bagaimana nilai tugas-tugasmu?”
Daripada langsung tanya soal nilai, lebih baik ajak ngobrol soal hal ringan, seperti makan siang atau teman di sekolah. Ini bisa jadi jalan untuk memahami kesejahteraan sosial dan emosional anak.4. “Ayah/Ibu tidak mau lihat kamu gagal.”
Tuntutan untuk selalu sempurna bisa membuat anak takut mencoba dan rentan stres. Lebih baik ajarkan anak untuk tahu kapan harus berusaha keras dan kapan harus istirahat.5. “Ayah/Ibu cuma mau kamu bahagia.”
Meski terkesan baik, kalimat ini bisa jadi ambigu. Anak bisa menyalahartikan bahwa mereka harus terus 'menang' agar bisa membahagiakan orang tuanya. Lebih baik, bantu anak menemukan makna dan tujuan hidup, seperti menjadi pribadi yang peduli dan memberi dampak positif. Intinya, menurut Wallace, tugas orang tua bukan menjadikan anak sukses di mata dunia, tapi membekali mereka dengan nilai hidup yang bermakna dan sehat secara emosional. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!