KAI Lakukan Penyesuaian Operasional Pasca-Banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh
Akibat kerusakan tersebut, perjalanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Binjai–Kualabingai terpaksa dihentikan sementara. Sebanyak 20 perjalanan KA Srilelawangsa dibatalkan hingga jalur dinyatakan aman. Meski demikian, operasional KA Bandara relasi Medan–Bandara Kualanamu tetap berjalan normal dan tidak terdampak banjir.
Anne Purba mengungkapkan permohonan maaf atas pembatalan perjalanan KA Srilelawangsa dan memastikan keselamatan menjadi prioritas utama. "Keselamatan tidak bisa ditawar. Perjalanan hanya dapat dilayani jika jalur benar-benar aman," tegasnya. Pelanggan yang terdampak pembatalan dapat mengajukan pengembalian bea 100 persen melalui mekanisme refund yang disediakan oleh KAI.
Di lintas Aceh, banjir dan arus air deras menyebabkan kerusakan prasarana dengan 21 titik gogosan di petak Krueng Geukueh–Bungkaih, serta beberapa titik di petak Bungkaih–Krueng Mane dan Krueng Mane–Geurugok. Akibatnya, operasional KA Cut Meutia dihentikan sementara demi keselamatan. KAI bersama pemerintah daerah, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya terus berkoordinasi untuk mempercepat perbaikan dan memastikan kondisi lapangan memungkinkan untuk dibuka kembali.
Anne Purba menegaskan bahwa KAI melakukan upaya menyeluruh untuk memulihkan jalur di Aceh, termasuk penanganan titik-titik rawan, pembersihan material, dan penguatan struktur tanah. "Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh langkah perbaikan memenuhi standar keselamatan sebelum layanan dibuka kembali," tambah Anne.
KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan operasional melalui Contact Center 121, WhatsApp 0811-2223-3-121, email (mailto:cs@kai.id), aplikasi Access by KAI, dan akun media sosial resmi KAI serta operator terkait. Informasi refund dan pengaturan perjalanan untuk pelanggan KA Srilelawangsa dan Cut Meutia juga dapat diperoleh melalui kanal resmi KAI Bandara atau Railink.
"Terima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Kami akan terus bekerja maksimal untuk menormalkan seluruh jalur terdampak banjir dan memastikan perjalanan kereta api tetap aman, nyaman, dan selamat," tutup Anne Purba.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!