Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Jumlah Siswa Keracunan MBG di Cianjur Bertambah Jadi 78 Orang

Desi Rossilawati
Rabu, 23 April 2025 | 13:00 WIB
Bagikan
Jumlah Siswa Keracunan MBG di Cianjur Bertambah Jadi 78 Orang

VISI.NEWS | CIANJUR - Jumlah siswa keracunan yang diduga usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur, Jawa Barat, bertambah menjadi 78 orang.

Awalnya, keracunan ini terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur pada Senin (21/4/2025). Kepsek MAN Cianjur Erma, mengatakan di sekolahnya mulai dari kelas 10 hingga 11 tercatat ada 800 siswa. Sebagian besar mengkonsumsi makanan dari MBG. "Setelah makan MBG itu mulai mengeluhkan gejala keracunan. Ada yang sempat dirawat di UKS, ada juga yang mengeluhkan gejala yang sama ketika sampai di rumah. Kami instruksikan seluruh guru untuk memantau murid-murid, menanyakan kondisinya untuk memastikan jumlah siswa yang mengalami keracunan," kata Erma dikutip dalam keterangannya, Rabu (23/4/2025). Namun ternyata keracunan ini tak hanya terjadi di MAN 1 Cianjur. Sebanyak 23 siswa SMP PGRI 1 Cianjur juga alami keracunan usai santap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar melakukan pemeriksaan sampel makanan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada kasus keracunan massal pada pelaksanaan MBG di Cianjur. Kepala Dinkes Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan pihaknya bersama Dinkes Provinsi Jabar akan melakukan penelitian bersama guna memastikan penyebab keracunan masal yang menimpa puluhan siswa guna antisipasi ke depan. "Kami juga sudah meminta laboratorium di Bandung untuk melakukan pemeriksaan sampel dengan cepat, sehingga dapat dilakukan berbagai upaya antisipasi ketika sudah diketahui penyebab pasti keracunan yang menimpa puluhan siswa MAN dan SMP PGRI," kata Yusman dikutip dalam keterangannya, Rabu (23/4/2025). Yusman menjelaskan dugaan sementara penyebab keracunan sekitar 78 siswa setelah menyantap menu MBG pada Senin (21/42025), selang beberapa jam sejumlah siswa mengeluh pusing, mual dan muntah, sehingga mendapat perawatan di dua rumah sakit dan sejumlah puskesmas. Jumlah siswa MAN I Cianjur yang mengeluhkan keracunan terus bertambah yang semula hanya 21 orang menjadi 55 orang menjalani perawatan di RSUD Sayang Cianjur dan RS Bhayangkara, sedangkan sisanya menjalani perawatan di rumah. Sedangkan siswa SMP PGRI I yang mengeluhkan hal yang sama sekitar 23 orang sempat menjalani perawatan di RSUD Sayang Cianjur dan puskesmas terdekat, namun Selasa petang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya terus membaik. "Kami tetap memberikan pengawasan bagi mereka yang sudah diperbolehkan pulang melibatkan tenaga kesehatan di sejumlah puskesmas dimana korban keracunan berdomisili," katanya. Sementara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Kecamatan Cianjur Fakhri Lubis, mengatakan dapur MBG di Kecamatan Cianjur dihentikan untuk sementara setelah puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mengalami keracunan masal usai menyantap hidangan. Pihaknya akan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa yang mengalami keracunan, setelah keluar hasilnya baru dapat dilakukan langkah selanjutnya apakah di lanjut atau tidak. "Kalau melihat proses penyiapan MBG di SPPG dapur Kecamatan Cianjur sudah sesuai standar, dimulai dari bahan baku hingga pengemasan menggunakan kotak nasi dari bahan plastik khusus makanan," katanya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.