Jumlah Pekurban 2025 Turun: Ekonomi Melemah, Lebih Rendah dari Masa Pandemi
"Sedangkan krisis saat ini banyak didorong oleh kejatuhan sektor industri manufaktur yang padat karya, menyebabkan terjadinya fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang masif sepanjang 2024 hingga Mei 2025. Dan tingginya pengangguran di Indonesia yang terjadi berkontribusi besar menjadi faktor utama penurunan pekurban tahun 2025,” ucap Tira.
Tira menjabarkan bahwa pada tahun 2024 terjadi setidaknya 77.965 orang yang di-PHK. Provinsi-provinsi yang memiliki kota-kota besar sebagai pusat ekonomi seperti Jakarta (17.085 orang), Jawa Tengah (13.130 orang), Banten (13.042 orang), dan Jawa Barat (10.661 orang), menyumbang jumlah PHK terbesar.
“Sedangkan, sejak Januari hingga 20 Mei 2025, terdapat 26.455 orang yang di-PHK, yang juga melanda kota-kota besar yang selama ini menjadi daerah yang surplus daging kurban atau daerah basis pekurban terbanyak,” paparnya.
Di samping itu, sentimen negatif terhadap kondisi ekonomi nasional yang diiringi dengan melambatnya investasi serta kewaspadaan terhadap ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, mendorong banyak kelas menengah awal untuk menahan konsumsi di luar kebutuhan pokok rumah tangga.
“Kondisi seperti ini sebetulnya sudah terasa sejak denyut perputaran ekonomi mudik menurun secara drastis, yang menyebabkan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2025 hanya tumbuh 4,87 persen,” jelasnya.
Meskipun terdapat penurunan potensi ekonomi kurban dalam beberapa tahun terakhir, ibadah kurban tetap menyimpan potensi besar sebagai pemicu kebangkitan sektor peternakan nasional.
Dalam misi utama Asta Cita Prabowo, sektor peternakan memiliki peran strategis karena tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat pedesaan serta penggerak ekonomi lokal.
“Oleh karena itu, momen kurban perlu dimanfaatkan secara optimal dengan memperkuat ekosistem peternakan, agar sektor ini mampu tumbuh berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi rakyat,” tutup Tira. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!