Jepang Dilanda Gempa Dahsyat, Peringatan Tsunami Dikeluarkan
VISI.NEWS | Tokyo - Jepang diguncang oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 pada Senin (1/1/2024) pukul 01.30 waktu setempat. Gempa tersebut terjadi di lepas pantai Filipina selatan, sekitar 1.000 km dari pulau Kyushu, Jepang barat. Gempa ini memicu peringatan tsunami di beberapa wilayah dan pantai barat daya Jepang.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) seperti dilaporkan media setempat menyatakan, gelombang tsunami setinggi 40 cm terpantau di Pulau Hachijojima, berjarak sekitar 290 km dari Tokyo. Peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk prefektur Kagoshima, Miyazaki, Kumamoto, Kochi, dan Ehime. Warga yang tinggal di dekat pantai diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman.
"Kami mengimbau warga untuk tidak mendekati pantai dan waspada terhadap gelombang tinggi dan arus kuat," kata Juru Bicara JMA, Yoshihiko Noda, dalam konferensi pers¹. Noda menambahkan, gempa ini tidak berhubungan dengan gempa besar yang melanda Jepang timur pada tahun 2011, yang menewaskan lebih dari 18.000 orang dan menyebabkan kebocoran nuklir di Fukushima.
Sementara itu, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menyatakan, peringatan sudah berlalu. Sebelumnya, pusat tersebut mengeluarkan potensi ketinggian gelombang 3 meter di atas permukaan laut di daerah-daerah terdekat dengan titik pusat gempa².
Di Filipina, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) meminta warga di pesisir pantai untuk mengevakuasi diri ke tempat lebih tinggi. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan parah maupun korban di Filipina. Phivolcs mendesak warga yang tinggal di dekat pantai Provinsi Surigao Del Sur dan Davao Oriental untuk menjauhi pantai.
"Kapal-kapal yang berada di laut selama periode ini harus tetap berada di lepas pantai perairan dalam hingga pemberitahuan lebih lanjut," jelas Phivolcs dalam sebuah pernyataan³. Phivolcs mengatakan pihaknya tidak memprediksi kerusakan yang signifikan akibat gempa tersebut, tetapi memperingatkan adanya sejumlah gempa susulan.
Salah satu gempa susulan terkuat mencapai magnitudo 6,8 pada kedalaman 1 km, yang terjadi pada Senin dini hari. Gempa ini dirasakan di beberapa kota di Mindanao, Filipina selatan, dan menyebabkan listrik padam di beberapa daerah. "Saya sudah tidur, namun terbangun karena suara lemari yang berderit saat gempa terjadi. Ini menakutkan, terjadi tiba-tiba dan saya mengkhawatirkan anak-anak saya," ujar Cosme Calejesan, warga Kota Surigao.
Gempa kerap terjadi di Filipina dan Jepang yang berada di "Cincin Api", deretan gunung berapi yang melingkari Samudra Pasifik yang rentan terhadap aktivitas seismik. Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC) menyebut gempa bermagnitudo 7,5 pada kedalaman 63 km, sedangkan Badan Survei Geologi AS (USGS) mengungkap gempa M7,6 pada kedalaman 32 km yang terjadi pada pukul 22.37 waktu Filipina.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!