Jemaah Indonesia Nyebut Tempat Miqat ini Mesjid Bir Ali, Padahal Ini Nama Sebenarnya
Masjid tersebut kemudian dibangun kembali tahun 961 H (1554 H), termasuk membangun tembok besar di sekelilingnya yang masih berdiri hingga masa pemerintahan Turki Usmani.
Masjid Miqat telah direnovasi beberapa kali. Renovasi besar-besaran terakhir dilakukan pada masa pemerintahan Raja Fahd (1982–2005 M), yang menambah luas masjid berkali-kali lipat dari ukuran aslinya dan menambahkan beberapa fasilitas modern.
Pemerintah Saudi menyadari meningkatnya jumlah jemaah umrah, dan berinvestasi secara signifikan di Masjid Zulhulaifah.
Sebagaimana dikutip dari Saudi Press Agency, masjid ini dibangun kembali di lahan seluas 178.000 meter persegi, menawarkan lingkungan yang lebih tenang bagi para pengunjung.
Bangunan masjid saat ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Fahd. Bentuknya persegi dengan luas sekitar 6.000 meter persegi dalam selungkup berbentuk persegi seluas 36.000 meter persegi.
Masjid ini memiliki dua ruang salat yang dipisahkan oleh halaman yang luas, sekitar 500 toilet, area khusus untuk ihram dan wudhu, tempat parkir yang luas, dan taman.
Masjid Bir Ali menjadi masjid miqat terbesar kedua setelah Masjid Miqat Qarnul Manazil di as-Saylul al-Kabir.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!