Jelang Idul Adha 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Pastikan Ketersediaan dan Kesehatan Hewan Kurban
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Kania Dewi./visi.news/ist.
Ina menegaskan, hewan kurban yang layak harus memenuhi prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal.
Pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan dan paramedis, termasuk pengecekan usia dan kondisi fisik. Hewan yang telah lolos pemeriksaan akan diberi tanda khusus sebagai bukti kelayakan. Upaya pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) juga terus dilakukan.
Ia menyebutkan, kasus PMK saat ini sudah menurun, seiring dengan intensifikasi vaksinasi dan pemeriksaan rutin di lapangan.
“Petugas kami setiap hari melayani, baik di puskeswan maupun melalui kunjungan langsung ke peternak,” tambahnya.
Dari sisi ketersediaan, Ina memastikan kebutuhan hewan kurban masyarakat Kabupaten Bandung dapat terpenuhi. Tingginya antusiasme masyarakat untuk berkurban juga menjadi indikator positif, meskipun kondisi ekonomi tengah mengalami tantangan.
“Setiap tahun tren jumlah hewan kurban terus meningkat. Masyarakat biasanya sudah mempersiapkan sejak jauh hari, bahkan melalui tabungan atau arisan kurban,” ungkapnya.
Dinas Pertanian juga akan melakukan pemeriksaan intensif dua minggu sebelum Idul Adha, termasuk di lapak-lapak penjualan hewan kurban yang bersifat musiman. Tahun sebelumnya, pengawasan dilakukan di lebih dari 500 titik, baik di peternakan maupun lokasi penjualan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah optimistis pelaksanaan kurban tahun ini dapat berjalan lancar, sekaligus menjamin keamanan dan kesehatan hewan yang dikonsumsi masyarakat. @ihda
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!