Jangan salah, di London pun Banyak Copet Beraksi

ED
Jumat, 10 Mei 2024 | 12:04 WIB
Bagikan
Jangan salah, di London pun Banyak Copet Beraksi

Yang mencengangkan, uang itu hilang tanpa mengambil dompet dan kartu-kartu penting di dalamnnya. Jadi si pencopet hanya mengambil uang dan tidak dengan dompet dan isi lainnya. “Jadi dia ambil dompetnya, kuras isinya, dan kemudian dompetnya dikembalikan lagi tanpa ketahuan si pemiliknya! Luar biasa kan? Di Indonesia juga mungkin belum ada pencopet yang secanggih itu,” ujar Susilo seraya tertawa dan membuat kami yang mendengar geleng-geleng kepala.

Kenapa tamu dari Indonesia atau Asia pada umumnya lebih sering menjadi sasaran pencopet. Rupanya para pencopet di negara Pangeran Charles ini sudah mempelajari profiling calon korbannya. Jadi wisatawan asal Asia termasuk Indonesia gemar membawa uang cash yang banyak. Dan uang cash ini selalu ditenteng ke mana-mana karena mereka gemar berbelanja.

Ini berbeda dengan profiling wisatawan Eropa yang malas membawa uang cash. Mereka kemana-mana lebih sering membawa kartu kredit atau kartu debet. Aman dari sisi pencurian sebab apabila kartunya dicopet mereka tinggal blokir. Dan para pencopet juga tahu bahwa sulit untuk menikmati hasil copetan kartu kredit atau kartu debit. Jadi yang cash sajalah.

Nah karena itulah seringkali kasus pencopetan dialami oleh wisatawan Asia, termasuk Indonesia. Lantas apakah sistem keamanan di London sebegitu rapuhkah? “Ketika orang datang berjubel, lantas ada satu dua orang yang mencopet ya tidak akan terdeteksi. CCTV tidak bisa memantau, dan aparat keamanan di ruang-ruang public juga tidak bisa mengawasi sedetail itu,” ujar Susilo.

Karena itulah, yang dia sarankan kepada setiap wisatawan yang sedang berada di London untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan abai dengan barang bawaan saat beraktivitas di ruang public seperti belanja atau selfie.

Usahakan juga jangan membawa uang cash terlalu banyak. Bawa uang cash secukupnya. Lebih baik bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debit.

Kemudian yang menjadi pertanyaan, siapa sebenarnya para pelaku pencopetan yang sangat lihai dalam menjalankan aksinya itu. Susilo tidak menuduh, tapi seringkali imigran dari Eropa Timur seperti Rumania, Bulgaria dll seringkali menjadi pelaku kejahatan karena kalah bersaing secara ekonomi dengan para imigran dari IPB atau India, Pakistan dan Bangladesh.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.