Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Jangan Campur! Dokter Ungkap Buah yang Bisa Ganggu Efektivitas Obat, Ini Penjelasannya

Desi Rossilawati
Minggu, 16 Februari 2025 | 09:30 WIB
Bagikan
Jangan Campur! Dokter Ungkap Buah yang Bisa Ganggu Efektivitas Obat, Ini Penjelasannya

VISI.NEWS | BANDUNG - Seorang dokter memperingatkan bahwa beberapa jenis makanan dapat mengganggu penyerapan obat, memengaruhi efektivitasnya, atau dalam kasus yang jarang terjadi menyebabkan keracunan jika dicampur dengan pil.

Dikutip dari Medical Daily, Minggu (16/2/2025), dokter asal Inggris yang dikenal lewat berbagai acara TV terkait kesehatan, dr. Xand van Tulleken, memperingatkan agar tidak mencampur beberapa jenis makanan dengan obat, terutama satu jenis buah.

Dalam acara Morning Live BBC, dr. Tulleken mengatakan jeruk bali dapat menghambat penyerapan semua jenis obat dan buah ini tidak boleh dikonsumsi dalam bentuk apapun termasuk selai atau jus saat sedang mengonsumsi obat rutin.

Mereka yang rutin mengonsumsi statin, pil tekanan darah, obat psikiatri, imunosupresan, dan obat penurun irama jantung sebaiknya menghindari jeruk bali.

"Jika anda mengonsumsi jeruk bali dan mengonsumsi obat secara teratur, anda harus selalu waspada dan mengetahui apa yang terjadi karena jeruk bali bisa berbahaya," kata dr. Tulleken dikutip dari keterangannya, Minggu (16/2/2025).

Dr. Tulleken menjelaskan bahwa jeruk bali secara alami menghasilkan zat kimia untuk mencegah hewan tertentu di alam liar, untuk bertahan hidup dan menyebarkan benih. Zat kimia yang sama ini dapat memengaruhi cara enzim memecah obat.

"Ketika kita mengonsumsi obat, tubuh kita memecahnya sehingga kita dapat mengeluarkannya tanpa membahayakan setelah obat bekerja - jadi jeruk bali dapat menghentikan pemecahan obat sehingga anda mendapatkan dosis yang sangat tinggi dan itu dapat menimbulkan efek yang cukup beracun," katanya.

Bahkan sejumlah kecil jeruk bali, seperti setengah gelas jus, dapat memengaruhi cara obat diproses dalam tubuh selama beberapa hari. Jadi, dr. Tulleken menyarankan siapa pun yang mengonsumsi obat secara teratur untuk berkonsultasi dengan apoteker atau dokter umum sebelum mengonsumsi jeruk bali. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.