Jalan Tol di Indonesia: Sejarah, Fungsi, dan Pemain Utama Bisnisnya
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 3 Januari 2025 | 02:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Jalan tol, atau tax on location, dirancang sebagai jalur bebas hambatan yang memotong waktu tempuh perjalanan. Untuk melintasinya, pengendara dikenakan tarif yang bervariasi tergantung jarak yang ditempuh. Di Indonesia, pengelolaan jalan tol diatur oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang bertugas memastikan pengoperasiannya memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sejarah jalan tol Indonesia dimulai pada 1978 dengan beroperasinya Tol Jagorawi sepanjang 59 km, yang menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi. Sejak itu, pengembangan jalan tol terus dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Bisnis jalan tol menjadi sektor investasi yang menjanjikan. Penggunaannya yang terus meningkat menjadikannya aset strategis bagi pengusaha besar. Beberapa konglomerat yang dikenal di industri ini meliputi:
- Grup Salim Dipimpin oleh Anthoni Salim, grup ini aktif mengelola dan mengembangkan jalan tol di berbagai wilayah.
- Jusuf Hamka Melalui PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP), Jusuf Hamka menjadi salah satu juragan jalan tol di Jabodetabek, dengan tujuh ruas tol strategis yang dikelola.
- Grup Agung Sedayu Dimiliki oleh Sugianto Kusuma alias Aguan, grup ini tengah membangun Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg senilai Rp23,22 triliun. Proyek ini akan menghubungkan Tangerang dengan Jakarta Utara dan direncanakan selesai pada 2025.
- Grup Sinar Mas Sinar Mas Land, melalui PT Trans Bumi Serbaraja, mengoperasikan Tol Serpong-Balaraja, yang resmi dibuka pada 30 September 2025.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!