Israel Setujui Perluasan Serangan ke Gaza, PBB dan Uni Eropa Suarakan Kekhawatiran
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 6 Mei 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | NEW YORK - Kabinet keamanan Israel resmi menyetujui rencana militer untuk memperluas operasi di Jalur Gaza, memicu kekhawatiran global terhadap potensi memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui juru bicara Farhan Haq menyampaikan bahwa Sekretaris Jenderal Antonio Guterres 'sangat khawatir' atas langkah yang dinilai akan menambah jumlah korban sipil dan memperparah kehancuran Gaza.
"Gaza harus tetap, menjadi bagian integral dari negara Palestina di masa depan," ujar Farhan Haq.
Rencana terbaru Israel mencakup evakuasi besar-besaran penduduk Gaza ke wilayah selatan sebagai bagian dari strategi militer. Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, menyebut langkah ini bertujuan melindungi warga sipil dari zona konflik. Namun, hampir seluruh dari 2,4 juta warga Gaza telah mengalami pengungsian sejak konflik berkobar pasca serangan Hamas pada Oktober 2023.
Pernyataan pejabat senior Israel tentang 'pemindahan sukarela' penduduk menuai respons keras dari komunitas internasional. Banyak pihak menilai hal itu menyerupai pemindahan paksa yang mengingatkan warga Palestina pada peristiwa Nakba tahun 1948, saat ratusan ribu warga Palestina kehilangan tempat tinggal akibat pembentukan negara Israel.
Uni Eropa juga menyatakan keprihatinan, menyerukan agar Israel menahan diri demi menghindari eskalasi korban jiwa dan penderitaan rakyat sipil Palestina. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!