Israel Serang Bandara Sanaa, Hancurkan Pesawat Pengangkut Jemaah Haji
Empat rudal menghantam landasan pacu, menurut laporan Al Masirah TV, media yang berafiliasi dengan kelompok Houthi. Khaled al-Shaief, Direktur Bandara Sanaa, mengonfirmasi bahwa pesawat terakhir milik Yemenia rusak total akibat serangan tersebut.
Bandara Sanaa adalah bandara utama di Yaman yang baru kembali beroperasi pekan lalu usai restorasi sementara. Sebelumnya, bandara ini lebih banyak digunakan untuk penerbangan kemanusiaan PBB karena perang sipil yang masih berlangsung.
Serangan terjadi sehari setelah kelompok Houthi menembakkan dua rudal balistik ke arah Israel. Rudal tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel. Houthi menyatakan aksi mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa angkatan udara menyerang 'target teroris' Houthi.
"Ini adalah pesan yang jelas dan kelanjutan dari kebijakan kami: siapa pun yang menyerang Israel akan membayar mahal," kata Katz.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyalahkan Iran sebagai dalang utama di balik agresi Houthi.
Sebaliknya, pemimpin Houthi, Abdul-Malik Al Houthi, menegaskan bahwa agresi Israel hanya memperkuat tekad mereka mendukung rakyat Palestina. Ia menyebut Israel tengah berusaha mengembalikan efek gentar yang hilang pasca kegagalan dukungan militer AS.
"Sebesar apa pun agresi Israel dan seberapa sering pun itu terjadi, tidak akan menggoyahkan sikap rakyat kami dalam mendukung rakyat Palestina. Musuh Israel tetap berada dalam posisi lemah setelah agresi Amerika berhenti karena kegagalannya," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!