Israel Konsultasi ke AS Sebelum Lancarkan Serangan Brutal di Gaza
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 18 Maret 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | GAZA - Israel dilaporkan meminta pendapat pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait serangan yang menewaskan banyak warga di Gaza. Juru bicara Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Israel meminta masukan mengenai serangan tersebut.
"Pemerintahan Trump dan Gedung Putih dimintai pendapatnya oleh Israel terkait serangan mereka di Gaza malam ini," ujar sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam wawancara dengan Fox News, Senin (17/3/2025).
Serangan udara Israel yang terjadi di Gaza disebut sebagai yang paling brutal sejak gencatan senjata pada 19 Januari 2025 antara Israel dan Hamas. Laporan petugas medis Palestina menyebutkan puluhan warga tewas akibat serangan ini.
Seorang pejabat senior Hamas menyatakan bahwa Israel secara sepihak telah membatalkan perjanjian gencatan senjata.
Menanggapi situasi tersebut, juru bicara Gedung Putih menyebut bahwa Presiden Trump telah menegaskan sikapnya terhadap Hamas, Houthi, dan Iran. Menurutnya, pihak-pihak yang dianggap mengancam Israel dan AS akan menghadapi konsekuensi serius.
Sebelumnya, Trump juga pernah memperingatkan Hamas untuk membebaskan semua sandera di Gaza atau menghadapi kekacauan yang lebih besar.
Konflik ini berakar dari peristiwa 7 Oktober 2023, ketika Hamas menyerang Israel, menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang, menurut data sekutu Israel. Sebagai balasan, serangan militer Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 48.000 warga Palestina, menyebabkan hampir seluruh penduduk Gaza mengungsi, serta menimbulkan tuduhan kejahatan perang dan genosida terhadap Israel.
Sementara itu, Trump mendapat kritik terkait usulannya agar warga Palestina diusir dari Gaza dan AS mengambil alih wilayah tersebut sebagai bagian dari rencana pembangunan kembali. Proposal ini dianggap sebagai bentuk pembersihan etnis oleh berbagai kelompok hak asasi manusia, PBB, Palestina, dan negara-negara Arab.
Di sisi lain, AS juga melancarkan serangan udara ke Yaman pada Sabtu (15/3/2025), menewaskan puluhan anggota kelompok Houthi. Houthi mengklaim sedikitnya 53 anggotanya tewas dalam serangan tersebut. Sejak November 2023, kelompok ini telah meluncurkan lebih dari 100 serangan terhadap jalur pelayaran sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina dalam konflik Gaza. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!