Israel Gempur Gaza, Guterres Serukan Penghormatan Gencatan Senjata
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 19 Maret 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | JENEWA - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengaku terkejut atas serangan udara Israel ke Gaza yang menjadi serangan paling mematikan sejak gencatan senjata diberlakukan pada Januari lalu. Melalui juru bicaranya, Rolando Gomez, PBB menyerukan pentingnya menghormati gencatan senjata, memastikan distribusi bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta membebaskan sandera yang masih ditahan di Gaza tanpa syarat.
"Sekjen terkejut dengan serangan udara Israel di Gaza," ungkap juru bicara PBB, Rolando Gomez dalam jumpa pers di Jenewa, dilansir AFP, Selasa (18/3/2025).
"Ia sangat mengimbau agar gencatan senjata dihormati, agar bantuan kemanusiaan tanpa hambatan diberikan kembali, dan agar para sandera yang tersisa dibebaskan tanpa syarat," ujarnya.
Pada hari yang sama, Israel melancarkan serangan skala besar dengan alasan membebaskan sandera yang masih berada di tangan Hamas. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan setidaknya 413 orang tewas akibat serangan tersebut. Hamas mengecam tindakan ini dan menuduh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengorbankan para sandera demi kepentingan politiknya.
"Keputusan Netanyahu untuk melanjutkan perang adalah keputusan untuk mengorbankan tahanan pendudukan (sandera-red) dan menjatuhkan hukuman mati kepada mereka," ujar pejabat senior Hamas, Izzat al-Rishq, dilansir AFP, Selasa (18/3/2025).
Sementara itu, Israel mengklaim serangan dilakukan karena Hamas menolak berbagai tawaran pembebasan sandera yang diajukan oleh para mediator. Seorang pejabat Israel menegaskan bahwa operasi militer tidak hanya akan terbatas pada serangan udara, tetapi bisa diperluas lebih jauh sesuai kebutuhan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!