Israel Deportasi Aktivis Lingkungan Greta Thunberg dan 11 Aktivis Kapal Madleen
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 10 Juni 2025 | 21:30 WIB
VISI.NEWS | TEL AVIV - Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, kini berada di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv pada Selasa (10/6/2025), dan dijadwalkan untuk dideportasi ke negara asalnya setelah ditahan otoritas Israel.
Penahanan ini terjadi menyusul penyergapan kapal Madleen oleh pasukan Israel di perairan internasional, sekitar 185 kilometer dari pantai Gaza, pada Senin (9/6/2025) dini hari.
Selain Thunberg, 11 aktivis lain turut diamankan dan dibawa ke tahanan Israel. Kapal Madleen merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang diorganisir oleh Freedom Flotilla Coalition (FFC), yang bertujuan membawa bantuan ke wilayah Gaza yang diblokade.
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa para aktivis telah tiba di Bandara Ben Gurion untuk dideportasi.
"Para penumpang dari "Selfie Yacht" telah mendarat di Bandara Ben Gurion untuk meninggalkan Israel dan kembali ke negara asal mereka," tulis pernyataan resminya di platform X.
Meski tidak mengungkap jumlah pasti, pihak Israel menyatakan bahwa deportasi hanya dilakukan terhadap mereka yang bersedia menandatangani dokumen pengusiran. Aktivis yang menolak akan menghadapi proses hukum di pengadilan Israel.
Sebelumnya, FFC melaporkan bahwa seluruh penumpang kapal telah 'diproses' oleh otoritas Israel dan kemungkinan akan dipulangkan malam ini. Sebuah video juga dirilis oleh FFC yang menunjukkan proses penangkapan para aktivis oleh pasukan Israel di atas kapal Madleen.
Kapal Madleen diketahui berangkat dari Italia pada 1 Juni lalu sebagai bagian dari armada kebebasan yang rutin mencoba menerobos blokade Israel atas Gaza. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!