Israel Buka Opsi Gencatan Senjata, Negosiasi dengan Hamas Berlangsung di Doha
Negosiasi tidak langsung antara kedua pihak kini tengah digelar di Doha, Qatar, difasilitasi oleh mediator internasional, termasuk Amerika Serikat.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa tim negosiasinya sedang mengevaluasi semua kemungkinan untuk mencapai kesepakatan, baik dalam kerangka kerja utusan AS Steve Witkoff maupun sebagai bagian dari penghentian perang secara keseluruhan.
Israel menetapkan syarat utama berupa pembebasan seluruh sandera yang masih ditahan Hamas, pelucutan senjata, serta pembubaran kelompok militan di Gaza.
Meskipun begitu, jurang perbedaan dengan Hamas masih cukup lebar. Hamas menolak menyerahkan senjata, namun tetap menunjukkan kesediaan untuk berunding.
"Pembicaraan di Doha telah dimulai tanpa prasyarat apa pun dari kedua belah pihak," ujar pejabat senior Hamas, Taher al-Nunu.
Sumber yang dekat dengan proses perundingan menyebut Hamas menunjukkan fleksibilitas dalam upaya menemukan titik temu.
Di dalam negeri, tekanan terhadap Netanyahu meningkat seiring dengan gelombang protes yang melibatkan ribuan warga di Tel Aviv. Mereka menuntut pemerintah segera menyetujui kesepakatan pertukaran sandera agar nyawa para tawanan bisa diselamatkan.
Dari 251 orang yang disandera sejak serangan Hamas 7 Oktober lalu, 57 orang masih diyakini berada di Gaza. Tentara Israel menyebut setidaknya 34 di antaranya telah tewas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!