Israel Batalkan Visa Delegasi Prancis Imbas Rencana Pengakuan Palestina
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 22 April 2025 | 21:45 WIB
VISI.NEWS | PRANCIS - Ketegangan diplomatik meningkat setelah Israel resmi mencabut visa 27 pejabat dan anggota parlemen Prancis yang dijadwalkan berkunjung ke Israel dan wilayah pendudukan Tepi Barat. Langkah ini disebut sebagai respons atas rencana Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengakui negara Palestina.
Visa delegasi yang terdiri dari wali kota, politisi, dan pejabat terpilih itu sebenarnya sudah disetujui sebulan lalu menurut laporan Anadolu Agency pada Selasa (22/4/2025). Namun, dua hari sebelum keberangkatan, izin mereka tiba-tiba dibatalkan oleh otoritas Israel.
Dalam pernyataan bersama, Partai Ekologis dan Partai Komunis Prancis menyebut langkah ini sebagai bentuk 'hukuman kolektif' terhadap perwakilan rakyat. Mereka juga mendesak Presiden Macron agar mengambil sikap tegas dalam menyikapi keputusan Israel yang dianggap melanggar etika diplomatik.
"Pencabutan izin kami untuk memasuki Israel 48 jam sebelum keberangkatan kami merupakan pelanggaran besar terhadap hubungan diplomatik dengan negara Prancis dan mandat kami sebagai perwakilan terpilih republik," ujar pernyataan tersebut.
Macron sebelumnya menyatakan niat Prancis untuk mengakui negara Palestina, yang rencananya bisa diumumkan paling cepat pada Juni 2025. Israel menganggap langkah ini sebagai ancaman diplomatik dan telah menolak masuk beberapa tokoh asing lainnya yang pro-Palestina, termasuk dua anggota parlemen Inggris awal April lalu.
Sebagai informasi, akses ke wilayah Palestina yang diduduki, seperti Tepi Barat, masih dikendalikan oleh pos pemeriksaan Israel. Delegasi asing yang dianggap mendukung Palestina kerap menghadapi penolakan saat mencoba masuk ke wilayah tersebut. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!